Diduga tabrak aturan,SDN16 harapan jaya kecamatan way ratai wajibkan wali murid beli buku LKS.

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran Seruntingnews id– Kepala Sekolah Negeri 16 Desa Harapan Jaya, Kecamatan way ratai Kabupaten Pesawaran, Agus Setiawan, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang diwajibkan kepada seluruh siswa kelas I hingga VI sejak Tahun Ajaran 2023/2024.

Saat dikonfirmasi secara khusus untuk meluruskan informasi, Agus membenarkan adanya pengadaan dan penyerahan LKS kepada siswa dengan biaya Rp15 ribu per buku, sehingga mencapai Rp30 ribu per siswa untuk dua buku per tahun. Namun ia menegaskan langkah tersebut tidak dilakukan secara sepihak oleh pihak sekolah.

“Perlu diluruskan, pengadaan LKS ini telah dibahas dan disepakati bersama dalam rapat resmi Komite Sekolah yang dihadiri perwakilan wali murid. Kami juga bekerja sama dengan penyalur yang jelas. Bukan maksud kami membebani, melainkan melengkapi sarana pembelajaran agar kegiatan belajar di kelas lebih terarah,” ujar Agus Setiawan dalam penjelasannya, Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, penjelasan mengenai kesepakatan bersama itu mendapatkan tanggapan tegas dari Dinas Pendidikan serta Inspektorat Kabupaten Pesawaran. Kedua instansi menekankan bahwa kesepakatan tingkat sekolah tidak dapat meniadakan atau mengesampingkan peraturan nasional yang berlaku.

“Kesepakatan internal tidak bisa dijadikan alasan untuk melanggar ketentuan Permendikbud. Aturannya jelas: sekolah negeri dilarang memperjualbelikan atau mewajibkan pembelian buku penunjang seperti LKS dengan membebankan biaya kepada orang tua siswa,” ungkap petugas Inspektorat saat dimintai tanggapan terkait klarifikasi kepala sekolah.

Hal senada disampaikan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, yang menyatakan belum pernah menerima laporan maupun persetujuan terkait kerja sama pengadaan dan penjualan LKS tersebut.

Praktik yang dipermasalahkan ini diketahui bertentangan dengan empat landasan aturan utama, yaitu Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Pasal 12, Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 34 tentang wajib belajar tanpa biaya, serta Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS periode 2024–2026.

Baca Juga :  Nanda Indira Bupati pesawaran di periksa penyidik Kejati Lampung selama13 jam terkait kasus suami nya Dendi Ramadona.

Sementara itu, sejumlah perwakilan wali murid tetap menyatakan merasa terbebani dan menegaskan bahwa pembelian LKS kerap disampaikan sebagai syarat kelancaran proses pembelajaran anak di kelas. Mereka berharap instansi berwenang segera melakukan pemeriksaan mendalam, menghentikan kewajiban pembelian tersebut, serta mengambil langkah pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah menyatakan bersedia mengikuti arahan resmi dari instansi pembina, sementara Dinas Pendidikan bersama Inspektorat sedang menyusun langkah tindak lanjut dan pemeriksaan guna menegakkan peraturan pendidikan serta melindungi hak siswa mendapatkan layanan pendidikan dasar yang terjangkau dan sesuai hukum.(Ali)

Penulis : Ali

Editor : Azam

Berita Terkait

Kampung Sawah Didorong Jadi Pusat Perfilman dan Ekosistem Kreatif Pesawaran  
Peduli Sesama, Prajurit Yonif 9 Marinir Rampungkan Bedah Rumah Warga Tuna Rungu dalam Sehari
Tanpa Dana Desa, Desa Sukaraja Gelar Peringatan HUT RI ke-81 Secara Meriah  
Diduga Pungut Seragam Jutaan Rupiah, Kepsek SMPN 4 Pesawaran Bungkam
Dugaan Pungli Berkedok Uang Komite, Kepsek SDN 16 Paya Dilaporkan ke Inspektorat
Dugaan Pungli Seragam, Kepsek SMPN 4 Way Urang Dilaporkan ke Inspektorat  
Skandal SDN 16 Padang Cermin Meluas: Dugaan Penjualan Aset Sekolah Muncul, Inspektorat Minta Laporan Resmi  
Aroma Pungli di SMPN 4 Padang Cermin Tabrak Undang-Undang, Inspektorat Pesawaran Minta Media Segera Kirim Laporan Resmi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Kampung Sawah Didorong Jadi Pusat Perfilman dan Ekosistem Kreatif Pesawaran  

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Peduli Sesama, Prajurit Yonif 9 Marinir Rampungkan Bedah Rumah Warga Tuna Rungu dalam Sehari

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Tanpa Dana Desa, Desa Sukaraja Gelar Peringatan HUT RI ke-81 Secara Meriah  

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Diduga Pungut Seragam Jutaan Rupiah, Kepsek SMPN 4 Pesawaran Bungkam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Diduga tabrak aturan,SDN16 harapan jaya kecamatan way ratai wajibkan wali murid beli buku LKS.

Berita Terbaru