Penegahan, Lampung Selatan Seruntingnews.id–
Kades Desa Ruang Tengah M.Abdul Latif biasa disapa Temenggung Latif, Menekuni Usaha Kerajinan Batu fosil Kayu Sempur Dan Galih Kelor di Desanya Ruang Tengah Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan.
Ia menjelaskan Untuk hasil kerajinan tersebut Menembus Pasar Internasional, Seperti Korea Selatan, Dubai Arab Saudi, Cina Hingga Belanda.
“Kami Awal Usaha Tahun 2000 sudah Menjual 100 Ton Bahan Batu Fosil 5 Unit Kursi Dan Meja Ke Korea Selatan,”jelasnya Kamis (30/7/2026).
Lebih lanjut Temunggung Latif memaparkan
Produk Kerajinan Batu Fosil Itu Antara Lain berupa Kursi,patung,Meja, Asbak Rokok, ukiran Hewan, souvenir,serta Miniatur Siger khas Lampung.
Harga Kerajinan Tersebutpun Bervariasi Tergantung Kualitasnya Untuk Bahan Baku Batu Sempur yg sudah jadi Dijual Rp50 Ribu Perkilogram, Sedangkan Batu Akik Rp 80 Ribu Per kilogramnya.
Selama ini bahan baku batu Fosil yang Usianya ratusan bahkan ribuan Tahun tersebut Berasal Dari Aliran Sungai yang ada di Lampung Selatan Seperti Di Kecamatan Seragi, Kec Sidomulyo,dan Desa Gandri Kecamatan Penegahan bahkan dari luar daerah.
Kades Ruang Tengah Temunggung Latif bercerita telah Menggeluti Usaha Kerajinan Batu Fosil tersebut sudah 25 Tahun yang lalu, dari Tahun 2000 dan Hingga Kini Masih Bertahan,
Menurutnya Kebanyakan Konsumen Kami dari luar daerah provinsi Lampung bahkan ada juga konsumen dari luar Negeri, Itupun mereka datang sendiri ke Lokasi tempat Kerajinan Batu Fosil kami ini,tepatnya di Desa Ruang Tengah kecamatan penengahan kabupaten Lampung Selatan.
Sebab dari beberapa Pelanggan dari luar Indonesia,
Seperti Korea Selatan, Dubai,
Arab Saudi, Cina Hingga Belanda,
Produk Kerajinan Batu fosil Asal Lampung Selatan ini Memiliki Keunikan tersendiri dibandingkan kerajinan berbahan dari bambu maupun Kayu-kayuan, karena bahan dari batu ini gk Lapuk dan gk mudah di makan rayap,sehingga tanpa di poles plitur pun Fosil Ini Tetap Mengkilap Kinclong.
“Kami sejak beberapa bulan terakhir omset Penjualan bisa Mencapai Rp 30 Jutaan,” terang temenggung Latif. Sebagian Besar Kerajinan Fosil saya Jual melalui Kawan yang ingin bersama Berniaga, kadang dipasarkan lewat Platform digital.
Temunggung Latif mengaku pihaknya saat ini kebanjiran menerima Pesanan dari luar negeri jenis kursi dan meja serta hewan.
Karena produk batu alam tersebut berasal dari akar pohon yg banyak diminati Pasar Domestik Maupun Mancanegara.
Sebagai sentra produk batu fosil karena bahan bakunya banyak ditemukan di hutan maupun Sungai.
“Kami Selalu Mempromosikan Produk kerajinan batu fosil itu melalui pameran Dekranas maupun dari tamu pejabat dari luar daerah,” Pungkasnya.
(Amr)











