Kades Ruang Tengah Ubah Batu Fosil Purba Jadi Karya Seni Berkelas, Langkah Inovatif Berdayakan Pengrajin Lokal

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penegahan, Lampung Selatan Seruntingnews.id–

Kades Desa Ruang Tengah M.Abdul Latif biasa disapa Temenggung Latif, Menekuni Usaha Kerajinan Batu fosil Kayu Sempur Dan Galih Kelor di Desanya Ruang Tengah Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan.

 

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan Untuk hasil kerajinan tersebut Menembus Pasar Internasional, Seperti Korea Selatan, Dubai Arab Saudi, Cina Hingga Belanda.

 

“Kami Awal Usaha Tahun 2000 sudah Menjual 100 Ton Bahan Batu Fosil 5 Unit Kursi Dan Meja Ke Korea Selatan,”jelasnya Kamis (30/7/2026).

 

Lebih lanjut Temunggung Latif memaparkan

Produk Kerajinan Batu Fosil Itu Antara Lain berupa Kursi,patung,Meja, Asbak Rokok, ukiran Hewan, souvenir,serta Miniatur Siger khas Lampung.

 

Harga Kerajinan Tersebutpun Bervariasi Tergantung Kualitasnya Untuk Bahan Baku Batu Sempur yg sudah jadi Dijual Rp50 Ribu Perkilogram, Sedangkan Batu Akik Rp 80 Ribu Per kilogramnya.

 

Baca Juga :  Sebagai Wujud Nasionalisme dan Cinta Tanah Air Pemdes Merak Belantung Gelar Upacara HUT RI ke-81 dan Sepeda Santai

Selama ini bahan baku batu Fosil yang Usianya ratusan bahkan ribuan Tahun tersebut Berasal Dari Aliran Sungai yang ada di Lampung Selatan Seperti Di Kecamatan Seragi, Kec Sidomulyo,dan Desa Gandri Kecamatan Penegahan bahkan dari luar daerah.

 

Kades Ruang Tengah Temunggung Latif bercerita telah Menggeluti Usaha Kerajinan Batu Fosil tersebut sudah 25 Tahun yang lalu, dari Tahun 2000 dan Hingga Kini Masih Bertahan,

Menurutnya Kebanyakan Konsumen Kami dari luar daerah provinsi Lampung bahkan ada juga konsumen dari luar Negeri, Itupun mereka datang sendiri ke Lokasi tempat Kerajinan Batu Fosil kami ini,tepatnya di Desa Ruang Tengah kecamatan penengahan kabupaten Lampung Selatan.

 

Sebab dari beberapa Pelanggan dari luar Indonesia,

Seperti Korea Selatan, Dubai,

Arab Saudi, Cina Hingga Belanda,

Produk Kerajinan Batu fosil Asal Lampung Selatan ini Memiliki Keunikan tersendiri dibandingkan kerajinan berbahan dari bambu maupun Kayu-kayuan, karena bahan dari batu ini gk Lapuk dan gk mudah di makan rayap,sehingga tanpa di poles plitur pun Fosil Ini Tetap Mengkilap Kinclong.

Baca Juga :  Polisi Tangani Kasus di Rajabasa, Pelaku Cemburu Serahkan Diri setelah Tikam Korban

 

“Kami sejak beberapa bulan terakhir omset Penjualan bisa Mencapai Rp 30 Jutaan,” terang temenggung Latif. Sebagian Besar Kerajinan Fosil saya Jual melalui Kawan yang ingin bersama Berniaga, kadang dipasarkan lewat Platform digital.

 

Temunggung Latif mengaku pihaknya saat ini kebanjiran menerima Pesanan dari luar negeri jenis kursi dan meja serta hewan.

Karena produk batu alam tersebut berasal dari akar pohon yg banyak diminati Pasar Domestik Maupun Mancanegara.

 

Sebagai sentra produk batu fosil karena bahan bakunya banyak ditemukan di hutan maupun Sungai.

“Kami Selalu Mempromosikan Produk kerajinan batu fosil itu melalui pameran Dekranas maupun dari tamu pejabat dari luar daerah,” Pungkasnya.

 

(Amr)

Berita Terkait

Lapas Kalianda Kembangkan Peternakan Ayam Petelur sebagai Sarana Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Camat Kalianda Ruris Apdani, Sambangi Bayi Berisiko Stunting di Kelurahan Bumi Agung 
Agus Daeng Terpilih sebagai Kaling 01 Beringin Jaya, Siap Bangun Lingkungan dan Layani Warga
Musrenbangdes  Maja Digelar,Usulan Prioritas Pembangunan Harus Sesuai Kebutuhan Warga
Polda Lampung Ungkap Kejahatan Ekonomi, Amankan Rokok Ilegal, Merkuri Tanpa Dokumen, dan Produk Impor Ilegal
KemenPANRB Turun Langsung Uji Pelayanan Publik di Polres Lampung Selatan
Danrem 043/Gatam Sambangi Polres Lampung Selatan, TNI-Polri Perkuat Sinergi Hadapi Dinamika Kamtibmas
Danrem 043/Gatam “Babinsa Adalah Ujung Tombak Satuan,Harus Pahami Perkembangan Situasi di Wilayah Binaannya”

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Lapas Kalianda Kembangkan Peternakan Ayam Petelur sebagai Sarana Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Camat Kalianda Ruris Apdani, Sambangi Bayi Berisiko Stunting di Kelurahan Bumi Agung 

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Agus Daeng Terpilih sebagai Kaling 01 Beringin Jaya, Siap Bangun Lingkungan dan Layani Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Polda Lampung Ungkap Kejahatan Ekonomi, Amankan Rokok Ilegal, Merkuri Tanpa Dokumen, dan Produk Impor Ilegal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:42 WIB

KemenPANRB Turun Langsung Uji Pelayanan Publik di Polres Lampung Selatan

Berita Terbaru