Diduga, SMP negeri 4 Padang cermin pesawaran tarik uang seragam tiap tahun ajaran baru.

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran Seruntingnews id. Ketua Komite Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Desa Way Urang, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Nawawi, akhirnya buka suara terkait dugaan pungutan uang seragam sekolah.

Nawawi berdalih bahwa penarikan uang tersebut didasari oleh kesepakatan bersama dengan wali murid.

Dalih Kesepakatan Wali Murid

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi oleh awak media Nawawi membenarkan adanya pungutan uang untuk keperluan seragam tersebut.

Ia beralasan bahwa kebijakan penarikan biaya seragam ini tidak diputuskan sepihak, melainkan sudah melalui forum rapat dan disepakati oleh seluruh wali murid siswa baru.

Kronologi dan Nominal PungutanPraktik penarikan dana ini terjadi pada bulan Juli 2026 ini, bertepatan dengan momentum tahun ajaran baru.

Baca Juga :  Diduga Aniaya Warga, Ketua RT dan Adik Kandungnya di Pesawaran Terancam Berurusan dengan Polisi

Rincian biaya yang dibebankan kepada wali murid meliputi:

Siswa Putra: Rp 1.250.000 per siswa.

Siswa Putri: Rp 1.350.000 per siswa.

Bukti Fisik Dibongkar Wali Murid

Meski diklaim sebagai hasil kesepakatan, sejumlah wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku tetap merasa keberatan dengan tingginya biaya tersebut.

Keluhan mereka diperkuat dengan bukti fisik yang valid, yaitu:Kwitansi Resmi:

Lembar bukti pembayaran yang ditandatangani langsung oleh Nawawi selaku Ketua

Komite.Buku Nota:

Catatan tertulis mengenai rincian penyerahan uang seragam siswa.

Dinilai Tabrak Surat Edaran Dinas PendidikanPihak wali murid menilai alasan kesepakatan tersebut tetap tidak membenarkan tindakan komite sekolah.

Salah satu wali murid menjelaskan dengan awak media Seruntingnews id saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Kunjungan hari kedua Jokowi di Lampung Sambangi Pesawaran untuk Sapa Warga dan Tinjau UMKM.

Bahkan bukan untuk pertama kalinya dari pihak sekolah ada kan pemungutan biyaya komite sekolah untuk pembelian seragam sekolah .

“, ini bukan yang pertama tama kali nya pihak sekolah adakan pembelian seragam sekolah setiap ajaran baru bahkan lebih besar dari tahun ini ,” .ungkap wali murid.

Sebab, aksi penarikan biaya seragam ini jelas-jelas mengabaikan Surat Edaran (SE) dari Dinas Pendidikan yang melarang keras sekolah negeri melakukan pungutan atau mengoordinir penjualan seragam dengan alasan apa pun.

Kini, warga mendesak Inspektorat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran untuk segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran tersebut.(Ali).

Berita Terkait

Kampung Sawah Didorong Jadi Pusat Perfilman dan Ekosistem Kreatif Pesawaran  
Peduli Sesama, Prajurit Yonif 9 Marinir Rampungkan Bedah Rumah Warga Tuna Rungu dalam Sehari
Tanpa Dana Desa, Desa Sukaraja Gelar Peringatan HUT RI ke-81 Secara Meriah  
Diduga Pungut Seragam Jutaan Rupiah, Kepsek SMPN 4 Pesawaran Bungkam
Diduga tabrak aturan,SDN16 harapan jaya kecamatan way ratai wajibkan wali murid beli buku LKS.
Dugaan Pungli Berkedok Uang Komite, Kepsek SDN 16 Paya Dilaporkan ke Inspektorat
Dugaan Pungli Seragam, Kepsek SMPN 4 Way Urang Dilaporkan ke Inspektorat  
Skandal SDN 16 Padang Cermin Meluas: Dugaan Penjualan Aset Sekolah Muncul, Inspektorat Minta Laporan Resmi  

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Kampung Sawah Didorong Jadi Pusat Perfilman dan Ekosistem Kreatif Pesawaran  

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Peduli Sesama, Prajurit Yonif 9 Marinir Rampungkan Bedah Rumah Warga Tuna Rungu dalam Sehari

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Tanpa Dana Desa, Desa Sukaraja Gelar Peringatan HUT RI ke-81 Secara Meriah  

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Diduga Pungut Seragam Jutaan Rupiah, Kepsek SMPN 4 Pesawaran Bungkam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Diduga tabrak aturan,SDN16 harapan jaya kecamatan way ratai wajibkan wali murid beli buku LKS.

Berita Terbaru