Sop Buah Diduga Pemicu, 32 Siswa dan 1 Guru SDN 22 Tegineneng Lampung Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap Makan Bergizi Gratis

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran Seruntingnews . id. Sebanyak 32 siswa dan seorang guru di SD Negeri 22 Tegineneng, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, diduga mengalami keracunan massal.

Peristiwa tersebut terjadi setelah para korban mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Jumat, 24 Juli 2026.

Kepanikan sempat melanda lingkungan sekolah ketika puluhan anak tiba-tiba mengeluhkan gejala serupa secara bersamaan.

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data yang dihimpun, gejala yang dialami para korban meliputi mual, pusing, sakit perut, badan terasa panas, hingga menggigil.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah bergerak cepat mengevakuasi seluruh korban ke UPTD Puskesmas Trimulyo untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Rekaman video penanganan para siswa di puskesmas tersebut juga sempat viral dan menjadi sorotan luas di media sosial.

Diduga Akibat Menu Sop BuahKetua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, menjelaskan bahwa indikasi awal penyebab gangguan kesehatan massal ini mengarah pada salah satu hidangan pencuci mulut yang dibagikan.

Baca Juga :  Warga Padang Cermin Tangkap Pelaku Curanmor yang Resahkan Masyarakat

“Diduga dari menu sop buah. Ada 33 orang yang mengalami keluhan, terdiri dari 32 siswa dan 1 guru kelas,” ujar Saipul dalam keterangannya.

Pada hari itu, paket MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) I Trimulyo Yayasan Garanta sebenarnya berisi variasi menu lengkap, mulai dari bubur kacang hijau bersantan, roti tawar, telur rebus, hingga sop buah dalam kemasan botol.

Beruntung, respons cepat dari tim medis membuat kondisi seluruh korban segera stabil.

 

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pesawaran, Trio Pranoto, mengonfirmasi bahwa setelah mendapatkan perawatan, seluruh korban dinyatakan membaik dan telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing tanpa ada yang perlu menjalani rawat inap.

Pihak dinas kesehatan juga tetap melakukan pemantauan intensif selama tiga hari pasca-kejadian.

Baca Juga :  Polisi Sigap Tindaklanjuti Vidio Pengancaman Siswa Di Kedondong

Dapur SPPG Disetop, Polisi Uji Sampel MakananImbas dari insiden ini, Satgas MBG langsung mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara (suspensi) operasional dapur SPPG Kecamatan Tegineneng guna proses investigasi menyeluruh.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polres Pesawaran telah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengamankan bukti-bukti.

Kapolres Pesawaran, AKBP Alvie Granito Panditha, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus ini secara objektif berdasarkan fakta ilmiah.

“Penyelidikan masih berjalan. Anggota kami sudah mengambil sampel makanan yang disajikan untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung. Beberapa saksi yang mengetahui peristiwa juga sedang dimintai keterangan,” tegas AKBP Alvie.

Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan sembari menunggu hasil resmi uji laboratorium yang akan mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.(Ali)

Berita Terkait

Kepala Desa Bogorejo Serahkan Alat Hadroh ke Ponpes Faidlul Barokah  
Merawat Ingatan dari Panggung ke Ruang Digital, Teater Satu Rilis Single “Renjana Rindu” untuk Lakon Musyawarah Burung
Kampung Sawah Didorong Jadi Pusat Perfilman dan Ekosistem Kreatif Pesawaran  
Peduli Sesama, Prajurit Yonif 9 Marinir Rampungkan Bedah Rumah Warga Tuna Rungu dalam Sehari
Tanpa Dana Desa, Desa Sukaraja Gelar Peringatan HUT RI ke-81 Secara Meriah  
Diduga Pungut Seragam Jutaan Rupiah, Kepsek SMPN 4 Pesawaran Bungkam
Diduga tabrak aturan,SDN16 harapan jaya kecamatan way ratai wajibkan wali murid beli buku LKS.
Dugaan Pungli Berkedok Uang Komite, Kepsek SDN 16 Paya Dilaporkan ke Inspektorat

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:13 WIB

Kepala Desa Bogorejo Serahkan Alat Hadroh ke Ponpes Faidlul Barokah  

Minggu, 1 November 2026 - 10:23 WIB

Merawat Ingatan dari Panggung ke Ruang Digital, Teater Satu Rilis Single “Renjana Rindu” untuk Lakon Musyawarah Burung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Kampung Sawah Didorong Jadi Pusat Perfilman dan Ekosistem Kreatif Pesawaran  

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Peduli Sesama, Prajurit Yonif 9 Marinir Rampungkan Bedah Rumah Warga Tuna Rungu dalam Sehari

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Tanpa Dana Desa, Desa Sukaraja Gelar Peringatan HUT RI ke-81 Secara Meriah  

Berita Terbaru