Pertarungan Jalur Kekuasaan: Akar Rumput Golkar Tanggamus Bersuara, Plt Ditolak, Musda Jadi Harga Mati

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serinting  news.id , TANGGAMUS – Masa bakti kepengurusan DPD II Partai Golkar Tanggamus yang telah habis melahirkan dinamika politik panas di tubuh partai beringin. Di persimpangan jalan antara opsi penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) dan pemilihan melalui Musyawarah Daerah (Musda), para Pimpinan Kecamatan (PK) se-Kabupaten Tanggamus secara bulat menempatkan posisi: Plt Ditolak, Musda Harga Mati.

Penolakan terhadap wacana Plt bukan tanpa alasan. Bagi kader di tingkat akar rumput, penunjukan pemimpin sementara dinilai bukan sekadar melanggar mekanisme demokrasi internal, melainkan bentuk pengabaian terhadap peran strategis kader yang bekerja langsung di lapangan.

“Kepemimpinan sementara rentan menimbulkan polemik dan memecah belah. Golkar Tanggamus butuh pemimpin definitif yang sah mandatnya dari kader, bukan ditunjuk sepihak dari atas,” tegas pernyataan bersama jajaran PK.

Para pimpinan kecamatan menilai, Musda adalah satu-satunya forum sah yang mampu melahirkan kepemimpinan kuat dan berkeadilan. Melalui Musda, arah kebijakan partai dapat dirumuskan bersama, serta legitimasi pemimpin terjamin hingga ke tingkat paling bawah. Sebaliknya, jalur Plt dianggap berisiko besar mengerdilkan peran akar rumput yang selama ini menjadi garda terdepan memenangkan pertarungan politik.

Empat poin tuntutan telah disampaikan secara resmi: penolakan tegas Plt, desakan percepatan jadwal Musda, penjagaan soliditas lewat kepemimpinan definitif, dan jaminan aspirasi kader didengar.

Emiayati, Ketua PK Alhidayah sekaligus perwakilan suara akar rumput, mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan sangat berat. Golkar Tanggamus butuh pemimpin yang mampu merangkul, menyatukan, dan membesarkan partai kembali. Hal itu, kata dia, hanya bisa dihasilkan dari proses demokrasi Musda yang bersih dan terbuka.

Baca Juga :  DPR RI akan Membahas Usulan Pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka  

“Pemimpin hasil Musda lahir dari rahim keluarga besar Golkar. Dia punya tanggung jawab moral dan politik untuk mengembalikan kejayaan partai. Jalur lain selain Musda hanya akan memperpanjang masalah,” tegas Emiayati.

Kini, beban keputusan berada di tangan DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung. Sikap yang diambil akan menentukan: apakah Golkar Tanggamus akan segera terkonsolidasi lewat jalan demokrasi, atau justru terjebak dalam perselisihan berkepanjangan akibat penolakan akar rumput. (EDI)

Editor : Ssm

Berita Terkait

DPRD Tanggamus Mulai Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Turun Jadi Rp1,63 Triliun
Perkuat Swasembada Pangan, Bupati Tanggamus Serahkan Bantuan Alsintan ke Kelompok Tani
RAPAT KERJA DAERAH DPD PAN TUBABA DAN PELANTIKAN PENGURUS SERTA RELAWAN  
Sidak RSUD Batin Mangunang, Wabup Tanggamus Soroti Kerusakan Sanitasi  
Hari Pertama Penataan Pasar Gisting, Pemkab Tanggamus Klaim 70 Persen Pedagang Sudah Bergeser
Bendahara di tuding Jadi Plt, Akar Rumput Golkar Tanggamus Tolak Keras
DPR Siapkan Skema Baru Pilpres 2029 Usai Presidential Threshold Dihapus MK
Bupati Tanggamus Dorong Modernisasi Pertanian, Agus Supriyanto Diminta Jadi Jembatan Petani ke Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:43 WIB

DPRD Tanggamus Mulai Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Turun Jadi Rp1,63 Triliun

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:34 WIB

Perkuat Swasembada Pangan, Bupati Tanggamus Serahkan Bantuan Alsintan ke Kelompok Tani

Senin, 29 Juni 2026 - 13:14 WIB

RAPAT KERJA DAERAH DPD PAN TUBABA DAN PELANTIKAN PENGURUS SERTA RELAWAN  

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:10 WIB

Sidak RSUD Batin Mangunang, Wabup Tanggamus Soroti Kerusakan Sanitasi  

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:17 WIB

Hari Pertama Penataan Pasar Gisting, Pemkab Tanggamus Klaim 70 Persen Pedagang Sudah Bergeser

Berita Terbaru