DPR Siapkan Skema Baru Pilpres 2029 Usai Presidential Threshold Dihapus MK

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serunting news. Id. , JAKARTA — Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 dipastikan tidak lagi menggunakan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan terhadap Pasal 222 Undang-Undang Pemilu.

Meski demikian, DPR RI menegaskan akan tetap menyusun mekanisme baru guna membatasi jumlah pasangan calon presiden dan wakil presiden agar tidak terlalu banyak maupun hanya menghadirkan calon tunggal.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan saat ini DPR tengah merancang skema pencalonan presiden dan wakil presiden dalam revisi Undang-Undang Pemilu untuk menindaklanjuti putusan MK tersebut.

“Putusan Mahkamah Konstitusi mengatakan tidak akan ada ambang batas. Namun ada catatan agar pembentuk undang-undang melakukan constitutional engineering supaya pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak tunggal dan juga tidak terlalu banyak,” kata Doli dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Doli, sejumlah pihak masih membahas bentuk rekayasa konstitusional yang tepat agar jumlah pasangan calon tetap proporsional dalam kontestasi Pilpres.
Ia menilai, tanpa pengaturan tertentu, jumlah calon yang terlalu banyak dapat membuat proses pemilu menjadi tidak efektif.

“Jangan sampai pemilu kita seperti kongres organisasi yang calonnya sangat banyak sehingga justru membingungkan masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan Nomor 62/PUU-XXI/2024 terkait syarat ambang batas pencalonan presiden. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang di Gedung MK, Jakarta, Kamis (2/1/2025).

Baca Juga :  DPR RI akan Membahas Usulan Pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka  

Ketua MK Suhartoyo menyatakan permohonan para pemohon dikabulkan seluruhnya.
Dengan putusan itu, Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak lagi memiliki kekuatan hukum mengikat.
Pasal tersebut sebelumnya mengatur bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden hanya dapat diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memperoleh minimal 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada pemilu legislatif sebelumnya. (D)

Berita Terkait

Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo  
KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Evakuasi Penumpang Berlangsung  
ASDP Utamakan Keselamatan, Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Berhasil Dilakukan
Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah: Pemerintah Selesaikan Skemanya
Bupati Klaten Diduga Suap Kepala BPK Jateng Rp400 Juta demi Hapus Temuan Audit
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Kena OTT KPK
KPK Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan BNPB, Lima Orang Ditetapkan  
KPK Larang Kepala Daerah Beri Hibah APBD ke Instansi Vertikal

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:41 WIB

Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo  

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:47 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Evakuasi Penumpang Berlangsung  

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:11 WIB

ASDP Utamakan Keselamatan, Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Berhasil Dilakukan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah: Pemerintah Selesaikan Skemanya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Bupati Klaten Diduga Suap Kepala BPK Jateng Rp400 Juta demi Hapus Temuan Audit

Berita Terbaru