Kisah Inspiratif Abdul Latif Pengusaha Batu Fosil Dari Lampung Selatan 

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penengahan Lampung Selatan,Seruntingnews.id– Abdul Latif yang biasa disapa Temunggung Latif Menjadi Pengusaha Batu Fosil dari Lampung Selatan telah membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan kreativitas dalam inovasi adalah kunci sukses di dunia industri batu fosil.

Di kabupaten Lampung Selatan tepatnya di kecamatan Penengahan Temunggung Latif telah mengembangkan usahanya khususnya batu fosil dengan berbagai bahan yang unik menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, dimana seluruh material kayu telah digantikan oleh mineral-mineral, tetapi struktur asli kayunya tetap dipertahankan.

Menurut Temunggung Latif, “potensi kayu fosil di Indonesia masih cukup besar, terutama di daerah-daerah dengan sejarah geologi yang mendukung pembentukan fosil. Penemuan dan pemanfaatan kayu fosil ini dapat menjadi industri yang menguntungkan, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.”

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kayu fosil dari Indonesia memiliki nilai tinggi di pasar internasional karena keunikan dan keindahannya,jelas Temunggung Latif.

Baca Juga :  KemenPANRB Turun Langsung Uji Pelayanan Publik di Polres Lampung Selatan

Karena keunikan dan keindahannya itulah Temenggung Latif memilihnya batu fosil menjadi bahan baku utama buatannya, tentu saja dengan memberikan sentuhan khas dan eksklusif yang tidak dimiliki produk batu fosil lainnya.

“Saya ingin produk kami berbeda dengan produk lainnya Menggunakan kayu biasa sangat kompetitif, tetapi dengan batu fosil, kami bisa menawarkan sesuatu yang unik,” papar Temenggung Latif dalam percakapannya dengan media Seruntingnews, Sabtu (1/8/2026).

Temenggung Latif yang merupakan seorang Kepala Desa(Kades) tepat nya desa Ruang Tengah kecamatan Penengahan kabupaten Lampung Selatan ini menceritakan, sejauh ini batu fosil sebagai bahan baku andalannya meskipun tidak sebanyak kayu, tetapi cukup tersedia dan memberikan nilai tambah yang signifikan pada produk batu fosilnya.

Kayu fosil ini dihargai karena keindahan alaminya dan kekuatan materialnya.

Setiap potongan kayu fosil memiliki pola dan warna yang unik, menjadikannya bahan yang sangat diinginkan untuk membuat meja, kursi, siger, dan berbagai item dekoratif lainnya.

Baca Juga :  Gunung Rajabasa Jadi Taruhan! Maturidi Minta Penengahan, Bakauheni dan Ketapang Perkuat Siaga Karhutla

Menurut Temenggung Latif menggunakan batu fosil sebagai bahan baku memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal pemrosesan.

Karena sifatnya yang sudah menjadi batu, proses pengerjaannya membutuhkan peralatan khusus dan keahlian yang tinggi. Namun, dengan permintaan yang terus meningkat, terutama dari pasar lokal dalam dan luar negeri, peluang bisnis dalam industri ini sangat besar.

Menurutnya, untuk tetap eksis, pelaku usaha harus memiliki sikap mental yang tidak mudah menyerah, semangat kerja keras, serta kreativitas dalam berinovasi. “Walaupun memiliki modal kuat dan tim marketing yang handal, tanpa desain yang menarik dan brand yang kuat, industri baru fosil tidak akan bertahan lama,” tuturnya.

Mengakhiri percakapan,

Temenggung Latif menekankan pentingnya mengeksplor kemampuan dan keberanian dalam meningkatkan kreativitas, Pungkasnya.

(Amr)

Berita Terkait

Lapas Kalianda Kembangkan Peternakan Ayam Petelur sebagai Sarana Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Camat Kalianda Ruris Apdani, Sambangi Bayi Berisiko Stunting di Kelurahan Bumi Agung 
Agus Daeng Terpilih sebagai Kaling 01 Beringin Jaya, Siap Bangun Lingkungan dan Layani Warga
Musrenbangdes  Maja Digelar,Usulan Prioritas Pembangunan Harus Sesuai Kebutuhan Warga
Polda Lampung Ungkap Kejahatan Ekonomi, Amankan Rokok Ilegal, Merkuri Tanpa Dokumen, dan Produk Impor Ilegal
KemenPANRB Turun Langsung Uji Pelayanan Publik di Polres Lampung Selatan
Danrem 043/Gatam Sambangi Polres Lampung Selatan, TNI-Polri Perkuat Sinergi Hadapi Dinamika Kamtibmas
Danrem 043/Gatam “Babinsa Adalah Ujung Tombak Satuan,Harus Pahami Perkembangan Situasi di Wilayah Binaannya”

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Lapas Kalianda Kembangkan Peternakan Ayam Petelur sebagai Sarana Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Camat Kalianda Ruris Apdani, Sambangi Bayi Berisiko Stunting di Kelurahan Bumi Agung 

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Agus Daeng Terpilih sebagai Kaling 01 Beringin Jaya, Siap Bangun Lingkungan dan Layani Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Polda Lampung Ungkap Kejahatan Ekonomi, Amankan Rokok Ilegal, Merkuri Tanpa Dokumen, dan Produk Impor Ilegal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:42 WIB

KemenPANRB Turun Langsung Uji Pelayanan Publik di Polres Lampung Selatan

Berita Terbaru