TUBABA, Seruntingnews.id — Bukti nyata bahaya mengintai di ruas jalan lintas menuju Pintu Tol Lambu Kibang tak bisa lagi diabaikan. Foto kecelakaan ini menjadi satu dari sekian puluh peristiwa yang terjadi di jalur berbelok tajam, tertutup rimbunnya pepohonan, gelap gulita saat malam, dan sama sekali tak dilengkapi rambu peringatan maupun lampu penerangan. Kendaraan bertabrakan, kerusakan parah terlihat jelas — potret bahaya yang terus berulang tanpa solusi.
Puluhan kecelakaan telah terjadi di jalur ini, berjatuhan korban meninggal maupun luka-luka. Namun pemerintah daerah maupun provinsi seakan menutup mata. Jalan yang seharusnya aman justru menjadi jebakan maut. Warga Tiyuh Pagar Dewa Suka Mulya pun tak lagi berdiam diri. Jumat (7/8/2026), mereka turun ke jalan melaksanakan gotong royong, membersihkan ruas jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, sekaligus menyuarakan tuntutan yang sudah lama terabaikan. Jumat,7.8.2026.
“Jalan ini bagus, jalur utama menuju tol. Sudah puluhan korban, tapi tak ada rambu, tak ada pagar pengaman, tak ada lampu. Pemerintah seakan tak melihat,” tegas Ketua RT 01 Rosdak dan Ketua Dusun 02 Johan yang memimpin langsung kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tikungan seputaran Puskesmas Pagar Dewa, pandangan tertutup pepohonan. Sekti Sukar mewakili Kepala Tiyuh meminta: “Pangkas pepohonan, pasang lampu dan rambu. Apakah terlalu berat untuk dipenuhi”
Kipli, pemuda setempat, menegaskan: “Cukup lampu dan rambu saja. Pengendara pasti berhati-hati. Mengapa hal sederhana ini tak kunjung hadir di jalur yang terus memakan korban”
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang, saat dikonfirmasi meminta rinci titik lokasi untuk dipastikan status jalan dan ditindaklanjuti. Warga berharap janji itu bukan sekadar kata-kata. (mur)











