Seruntingnews.Id. Tubaba – Dugaan penyimpangan penyaluran bantuan sosial kembali mencuat di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba). Seorang Rukun Kampung (RK) berinisial MJ di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, diduga memotong dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) milik warga, bahkan menguasai kartu ATM serta buku rekening para penerima manfaat.
Salah satu warga yang menjadi korban, Peraitno, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi Jumat (22/05/2026). Ia mengaku seharusnya menerima bantuan sebesar Rp600 ribu, namun yang diterima tidak utuh karena dipotong Rp30 ribu oleh istri RK setempat dengan alasan yang tidak jelas.
“Benar ada pemotongan Rp30 ribu. Seharusnya terima Rp600 ribu, tapi dipotong begitu saja tanpa alasan masuk akal. Bukan saya saja, tetangga sekitar juga kena potong semua, dan saya punya buktinya,” tegas Peraitno.
Praktik ini diduga sudah berlangsung lama. Peraitno mengungkapkan fakta mencengangkan, di mana pihak RK memegang penuh kendali atas kartu ATM dan buku rekening para penerima bantuan. Warga hanya menerima uang tunai jatah hasil pencairan, tanpa pernah diberi akses maupun hak memegang rekening sendiri.
“ATM dan buku rekening dipegang RK. Kami cuma terima uangnya saja. Waktu saya minta agar ATM dan buku rekening diserahkan ke saya, permintaan itu justru ditolak dan tidak diberikan,” keluhnya.
Kondisi ini membuat warga resah dan berharap pemerintah tiyuh, dinas terkait, hingga aparat penegak hukum segera turun tangan menelusuri kasus ini. Masyarakat ingin memastikan bantuan sosial tepat sasaran, utuh diterima warga, dan bebas dari pungutan liar oknum.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RK berinisial MJ belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. ( Aziz)











