PESISIR BARAT, Serunting news.Id – Di tengah derasnya arus modernisasi yang terus mengalir, Pekon Bumi Lebu Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, kembali menyalakan nyala api kebudayaan melalui penyelenggaraan Festival Nyambai yang akan digelar pada 14–15 Agustus 2026, Minggu (26/7/2026).
Festival ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah ruang tempat akar-akar tradisi kembali menemukan tanahnya, tempat sejarah berbicara melalui gerak tari, denting musik tradisional, dan petuah adat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Nyambai menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan, agar identitas budaya Lampung tetap berdiri tegak di tengah perubahan zaman.
Kegiatan yang akan berlangsung di Desa Budaya Bumi Lebu tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan menghadirkan kelompok Nyambai dari perwakilan 16 Sai Batin Marga. Festival ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk usulan budayawan Lampung, Arman Az, melalui Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Narasumber kegiatan, Richard, menegaskan bahwa Festival Nyambai bukan hanya pertunjukan seni, melainkan ikhtiar bersama untuk menjaga denyut kehidupan budaya Lampung agar tidak pudar ditelan waktu.
“Festival Nyambai adalah ruang bersama untuk menjaga identitas budaya kita. Kami ingin masyarakat, terutama anak-anak muda, bangga terhadap adat dan tradisi yang dimiliki Pekon Bumi Lebu Tenumbang. Budaya tidak boleh hanya dikenang, tetapi harus terus dipraktikkan dan diwariskan,” ujar Richard.
Menurutnya, Pekon Bumi Lebu Tenumbang menyimpan kekayaan budaya yang tidak ternilai. Keindahan alam Pesisir Barat berpadu dengan tradisi, seni tari, musik, dan nilai-nilai adat yang masih hidup di tengah masyarakat. Semua itu menjadi mozaik kebudayaan yang memperlihatkan bahwa warisan leluhur bukan sekadar cerita lama, melainkan cahaya yang terus menerangi langkah generasi penerus.
Melalui Festival Nyambai, masyarakat diharapkan tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi menjadi penjaga nyala budaya. Sebab, kebudayaan akan tetap hidup bukan karena disimpan di dalam buku atau museum, melainkan karena terus dihidupkan dalam tindakan, pergaulan, dan kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar perayaan budaya, Festival Nyambai diharapkan menjadi embun yang menyuburkan pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, sekaligus mengangkat nama Kabupaten Pesisir Barat sebagai salah satu beranda kebudayaan Lampung di tingkat nasional.
Selama dua hari pelaksanaannya, masyarakat akan disuguhi beragam pertunjukan seni dan budaya yang dapat dinikmati secara gratis. Panitia mengajak seluruh masyarakat Lampung maupun wisatawan untuk hadir, menyaksikan, dan menjadi bagian dari perayaan budaya yang bukan hanya menghibur mata, tetapi juga menghidupkan ingatan, menguatkan jati diri, dan merawat akar peradaban yang telah diwariskan oleh para leluhur.
(Red)
Penulis : Aan
Editor : Azam
Sumber Berita: RICARD











