Bandar Lampung Seruntingnew id. Intensitas hujan yang sangat tinggi mengguyur Kota Bandar Lampung sejak Selasa (14/4/2026) sore hingga malam hari, menyebabkan banjir bandang yang merendam pemukiman warga dan jalan protokol di sedikitnya 21 titik lokasi.
Peristiwa inimengakibatkan satu orang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah saat air datang dengan cepat.
Kronologi dan Titik Terdampak
Hujan lebat yang berlangsung selama hampir tiga jam mulai pukul 17.30 WIB membuat sistem drainase kota tidak mampu menampung debit air yang meluap secara ekstrem.
Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah meliputi:
Kecamatan Kedaton: Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa di beberapa titik pemukiman.
Kecamatan Tanjung Karang Pusat: Meliputi Kelurahan Pasir Gintung dan Kaliawi, di mana air merendam ratusan rumah warga
Akses jalan utama sempat lumpuh akibat genangan air setinggi lutut orang dewasa.
Area parkir Rumah Sakit Urip Sumoharjo dilaporkan terendam banjir, mengakibatkan sejumlah kendaraan mengalami mogok.
Kecamatan Teluk Betung Timur & Campang Raya: Terjadi banjir bandang yang memaksa warga mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Upaya Evakuasi dan Dampak
Tim SAR dan BPBD Bandar Lampung bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak. Hingga Rabu (15/4/2026) pagi, tercatat sebanyak 109 warga telah berhasil dievakuasi dari lokasi-lokasi terdampak parah ke pengungsian sementara.
Selain kerusakan materiil pada bangunan dan kendaraan, banjir kali ini kembali memicu keluhan warga terkait kondisi drainase kota yang dinilai menyempit dan tersumbat sampah.
Warga mendesak pemerintah daerah untuk segera memberikan solusi permanen mengingat banjir terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur dalam waktu singkat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tetap menghimbau warga Bandar Lampung untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.(*)











