OTT LANJUTAN KPK: 5 ASN BPK DITANGKAP TERKAIT SUAP PEMKAB MUARA ENIM

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seruntingnews.Id. JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) lanjutan pada Selasa (9/6/2026) dan menangkap lima orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari kasus yang menjerat Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, OTT ini terkait dugaan pemberian suap dari Pemkab Muara Enim kepada pihak di BPK. Kelima ASN tersebut diamankan di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan. Secara keseluruhan, ada 11 orang yang diamankan — enam di antaranya ditangkap saat OTT terhadap Bupati sebelumnya, dan ini menjadi penangkapan ke-13 KPK sepanjang 2026.

Baca Juga :  LSM PRO RAKYAT Apresiasi Langkah Kortas Tipikor Polri Bongkar Dugaan Korupsi Batu Bara Pemicu Blackout Sumatera: "Usut Tuntas, Bongkar Semua Aktor dan TPPU!"

Dugaan suap bermula dari temuan BPK atas proses pengadaan barang di Pemkab Muara Enim, di antaranya pengadaan smart TV dan smart board. Diduga uang diberikan untuk meredam temuan hasil pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, pada 8 Juni 2026, KPK telah menetapkan Bupati Muara Enim Edison sebagai tersangka. Kasus ini berpusat pada dugaan pungutan dalam proyek di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengungkap modus penyamaran dana melalui rekening nominee yang diduga dikendalikan Sekretaris Dinas Pendidikan Abi Nurwardani. Besaran pungutan diduga mencapai 5 persen untuk bupati, 3 persen untuk kepala dinas, dan masing-masing 1 persen untuk PPK serta bendahara.

Baca Juga :  RDPU Komisi II DPR RI Putuskan Ukur Ulang HGU PT. SGC, Setujui Usulan Aliansi Tiga LSM Lampung

Terdapat juga dugaan penyerahan Rp500 juta sebagai bentuk “hubungan baik” agar pengusaha dapat dimenangkan di proyek berikutnya.

Saat ini kelima ASN BPK masih diperiksa. Status tersangka akan ditetapkan setelah penyelidikan selesai.

Sumber: Keterangan resmi KPK, Konferensi Pers 9–10 Juni 2026

Berita Terkait

PERADI Profesional Beberapa Tahun Kedepan Dapat Menjadi OA Terbesar
ASDP Optimalkan Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Keselamatan Tetap Jadi Prioritas
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diamankan KPK, Diduga Terima Suap Ratusan Juta untuk Masuk Fakultas Kedokteran
ISTRI BUPATI ANOM WIDIYANTORO TURUT DIJEMPUT KPK, BUNGKAM SAAT DITANYA AWAK MEDIA
KPK Gelar OTT, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring
Sterilisasi Pelabuhan Perkuat Keselamatan dan Modernisasi Layanan Penyeberangan
ASDP Percepat Sterilisasi Enam Pelabuhan Demi Layanan Penyeberangan Modern Berstandar Keselamatan Tinggi
PERADI Profesional Cetak Rekor MURI, Gandeng 108 Perguruan Tinggi Keagamaan Bangun Ekosistem Pendidikan Hukum Berintegritas

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:17 WIB

PERADI Profesional Beberapa Tahun Kedepan Dapat Menjadi OA Terbesar

Senin, 7 September 2026 - 17:09 WIB

ASDP Optimalkan Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Keselamatan Tetap Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diamankan KPK, Diduga Terima Suap Ratusan Juta untuk Masuk Fakultas Kedokteran

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:26 WIB

ISTRI BUPATI ANOM WIDIYANTORO TURUT DIJEMPUT KPK, BUNGKAM SAAT DITANYA AWAK MEDIA

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:49 WIB

KPK Gelar OTT, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring

Berita Terbaru

Opini

Ketika Pena Jurnalistik Menjadi Tongkat Pengabdian

Senin, 14 Sep 2026 - 06:27 WIB