Gaya Baru Pelestarian Budaya, Irawansyah Angkat Cerita Minak Indah Lewat Teknologi AI

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panaragan,Seruntingnews.Id – Upaya pelestarian sejarah lokal terus dilakukan oleh generasi muda di Tiyuh Panaragan. Salah satu tokoh pemuda (Menganai) setempat, Irawansyah, menghadirkan inovasi dengan meriwayatkan kisah Minak Indah dalam bentuk video animasi berbasis kecerdasan buatan (AI).Senin, 13.4.2026.

Karya tersebut dikemas dalam lima episode dan telah dipublikasikan melalui akun TikTok miliknya (@uda.irawansyah). Hingga saat ini, rangkaian video tersebut telah ditonton lebih dari 20 ribu kali, serta mendapat beragam respons dari masyarakat.

Irawansyah menjelaskan bahwa kisah Minak Indah yang diangkat memiliki keterkaitan erat dengan Situs Keramat Gemol, salah satu keramat bersejarah di wilayah Lampung. Berdasarkan penelusuran yang ia lakukan terhadap peta Hindia Belanda tahun 1915, 1930 dan 1945 pada lembar 1 hingga 52 di wilayah Residen Lampung, hanya terdapat dua situs keramat yang tercatat secara tertulis, dan Keramat Gemol menjadi salah satunya.

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar cerita, tetapi memiliki jejak historis yang bisa ditelusuri. Karena itu, penting untuk kita riwayatkan dan kenalkan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran video animasi tersebut mendapat apresiasi, terutama dari kalangan generasi muda yang menilai pendekatan kreatif ini mampu membuat sejarah lebih mudah dipahami. Namun demikian, tidak sedikit pula saran dan kritik yang muncul, khususnya dari pihak yang belum mengetahui adanya rujukan dalam penyusunan alur cerita animasi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Irawansyah menegaskan bahwa narasi yang disajikan bukanlah tanpa dasar. Ia menyebutkan bahwa alur cerita dalam animasi tersebut telah merujuk pada sumber tertulis berupa buku yang telah diterbitkan.

“Ada rujukan buku yang menjadi dasar cerita ini. Sudah saya sampaikan pada postingan dan kolom komentar, agar masyarakat juga mengetahui sumbernya,” jelasnya.

Baca Juga :  KONFLIK PERTANAHAN MASYARAKAT LIMA KETURUNAN KELUARGA BANDAR DEWA DAN PT. HIM (HUMA INDAH MEKAR) : KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT

Sebagai kreator sekaligus tokoh pemuda Panaragan, Irawansyah berharap Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat memberikan perhatian terhadap upaya yang ia lakukan. Menurutnya, karya berbasis budaya lokal seperti ini memiliki potensi besar dalam mendukung pelestarian sejarah sekaligus menjadi media edukasi dan promosi budaya daerah.

Ia optimistis, dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, pengembangan konten sejarah berbasis digital dapat dilakukan secara lebih maksimal dan berkelanjutan.

Langkah yang dilakukan Irawansyah pun dinilai sebagai bentuk nyata kontribusi pemuda dalam menjaga warisan budaya di era modern. Ke depan, diharapkan adanya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan generasi muda agar sejarah lokal tidak hanya terjaga, tetapi juga berkembang melalui inovasi teknologi.

**Angkat Kisah Minak Indah Berbasis Animasi AI, Pemuda Panaragan Harap Perhatian Pemkab Tulang Bawang Barat**

Upaya pelestarian sejarah lokal terus dilakukan oleh generasi muda di Tiyuh Panaragan. Salah satu tokoh pemuda (Menganai) setempat, Irawansyah, menghadirkan inovasi dengan meriwayatkan kisah Minak Indah dalam bentuk video animasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Karya tersebut dikemas dalam lima episode dan telah dipublikasikan melalui akun TikTok miliknya (@uda.irawansyah). Hingga saat ini, rangkaian video tersebut telah ditonton lebih dari 20 ribu kali, serta mendapat beragam respons dari masyarakat.

Irawansyah menjelaskan bahwa kisah Minak Indah yang diangkat memiliki keterkaitan erat dengan Situs Keramat Gemol, salah satu keramat bersejarah di wilayah Lampung. Berdasarkan penelusuran yang ia lakukan terhadap peta Hindia Belanda tahun 1915, 1930 dan 1945 pada lembar 1 hingga 52 di wilayah Residen Lampung, hanya terdapat dua situs keramat yang tercatat secara tertulis, dan Keramat Gemol menjadi salah satunya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah Buka Tubaba Art Festival ke-9 Tahun 2025

“Ini bukan sekadar cerita, tetapi memiliki jejak historis yang bisa ditelusuri. Karena itu, penting untuk kita riwayatkan dan kenalkan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran video animasi tersebut mendapat apresiasi, terutama dari kalangan generasi muda yang menilai pendekatan kreatif ini mampu membuat sejarah lebih mudah dipahami. Namun demikian, tidak sedikit pula saran dan kritik yang muncul, khususnya dari pihak yang belum mengetahui adanya rujukan dalam penyusunan alur cerita animasi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Irawansyah menegaskan bahwa narasi yang disajikan bukanlah tanpa dasar. Ia menyebutkan bahwa alur cerita dalam animasi tersebut telah merujuk pada sumber tertulis berupa buku yang telah diterbitkan.

“Ada rujukan buku yang menjadi dasar cerita ini. Sudah saya sampaikan pada postingan dan kolom komentar, agar masyarakat juga mengetahui sumbernya,” jelasnya.

Sebagai kreator sekaligus tokoh pemuda Panaragan, Irawansyah berharap Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat memberikan perhatian terhadap upaya yang ia lakukan. Menurutnya, karya berbasis budaya lokal seperti ini memiliki potensi besar dalam mendukung pelestarian sejarah sekaligus menjadi media edukasi dan promosi budaya daerah.

Ia optimistis, dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, pengembangan konten sejarah berbasis digital dapat dilakukan secara lebih maksimal dan berkelanjutan.

Langkah yang dilakukan Irawansyah pun dinilai sebagai bentuk nyata kontribusi pemuda dalam menjaga warisan budaya di era modern. Ke depan, diharapkan adanya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan generasi muda agar sejarah lokal tidak hanya terjaga, tetapi juga berkembang melalui inovasi teknologi.

Editor : Azam

Berita Terkait

Satgas Pangan Polres Tulang Bawang Barat Hadiri Kegiatan Gerakan Pangan Murah dalam Rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Hari Besar Keagamaan Tahun 2026
Oknum RK Tubaba Diduga Potong Bantuan PKH, ATM Warga Dikuasai
Wabup Nadirsyah Kobarkan Semangat Gotong Royong, Jalan Rusak di Margo Mulyo Mulai Dibenahi Bersama Warga
Warwari Kati PDSM salurkan Bantuan Pangan kepada 156 KPM  
Personel Polres Tulang Bawang Barat Raih Perunggu dan Juara III kategori beregu mix Polri di Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026
Fun Bike Meriahkan HUT Tubaba Ke-17, Wabup Nadirsyah Ajak Perkuat Kebersamaan
Kati Alfredo Isnovandi Tiyuh MSJ pimpin Apel Bulanan dan Sosialisasi  Perbup nomor 8 Tahun 2026
Lapas Kalianda Gandeng Disdukcapil, Laksanakan Perekaman Data Kependudukan WBP dalam Rangka HBP ke-62

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:09 WIB

Satgas Pangan Polres Tulang Bawang Barat Hadiri Kegiatan Gerakan Pangan Murah dalam Rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Hari Besar Keagamaan Tahun 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:08 WIB

Oknum RK Tubaba Diduga Potong Bantuan PKH, ATM Warga Dikuasai

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:01 WIB

Wabup Nadirsyah Kobarkan Semangat Gotong Royong, Jalan Rusak di Margo Mulyo Mulai Dibenahi Bersama Warga

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:14 WIB

Warwari Kati PDSM salurkan Bantuan Pangan kepada 156 KPM  

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:12 WIB

Personel Polres Tulang Bawang Barat Raih Perunggu dan Juara III kategori beregu mix Polri di Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026

Berita Terbaru