ANGGARAN SUKA‑SUKA: BGN TUTUPI SEMUA DARI DPR, SONY MALAH TERJEBAK

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seruntingnews.Id, Jakarta, — Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kendali mantan Kepala, Dadan Hindayana, terbukti mengelola anggaran semau sendiri tanpa pernah melibatkan atau melaporkan rincian belanja dan pengadaan barang kepada mitra resminya, Komisi IX DPR RI. Padahal, fungsi utama DPR adalah mengawasi penggunaan uang rakyat.Kamis 4 Juni 2026

Hal tersebut diungkap Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya, menanggapi penetapan Dadan Hindayana beserta dua mantan Wakil Kepala, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka korupsi penyimpangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiganya diduga melakukan mark‑up harga pengadaan motor listrik, tablet, televisi, hingga sepatu.

Baca Juga :  Kapolri Pimpin Sertijab, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika Serahkan Tongkat Komando Kepada Irjen Pol Helfi Assegaf

“Komisi IX tidak pernah mendapat laporan dan informasi terkait dengan pengadaan barang yang dilakukan oleh BGN,” tegas Yahya.

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia berjanji Komisi IX akan memperketat pengawasan ke depan serta mengimbau pucuk pimpinan baru BGN di bawah Nanik S Deyang agar mengelola anggaran dengan bersih dan penuh kehati‑hatian.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan mereka sebagai tersangka dugaan korupsi jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Rabu (3/6). Ironisnya, salah satu tersangka, Sony Sonjaya, justru dulunya yang paling vokal membongkar praktik kotor tersebut.

Baca Juga :  Wujudkan Asta Cita Ketahanan Pangan Untuk pembangunan Nasional

Pada Mei 2026 lalu, Sony bersama Polri telah mengidentifikasi lima kasus penipuan titik lokasi hingga ke Lombok Timur dan Polda Metro Jaya, bahkan memerintahkan jajaran waspada.

Namun hasil evaluasi dan audit internal pemerintah membuktikan sebaliknya. Presiden Prabowo resmi mencopot ketiganya. Menteri Sekretaris Negara menegaskan: Pemerintah tidak mentoleransi praktik transaksional dalam program strategis rakyat. (D)

Berita Terkait

GELEMBUNGAN RAKSASA: MOTOR LISTRIK BGN DIMARK‑UP RP 1,03 TRILIUN, VENDOR TAK PUNYA BENGKEL
SILMY KARIM DAN 7 PEJABAT IMIGRASI DITAHAN KPK, DIDUGA TERLIBAT PEMERASAN URUSAN KITAS-KITAP
KPK OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Belasan Orang Diamankan
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Diduga Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
“Menuju Double Digits!” Pidato Ekonomi Presiden Prabowo Subianto di DPR Disambut Positif LSM PRO RAKYAT, Kepala Daerah Diminta Bergerak Cepat Tekan Pengangguran dan Kemiskinan
Trafik Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Ramai, Ferry Kini Jadi Moda Utama Pilihan Masyarakat*
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
ASDP Jaga Layanan Prima Hadapi Lonjakan Long Weekend Hari Buruh

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:06 WIB

GELEMBUNGAN RAKSASA: MOTOR LISTRIK BGN DIMARK‑UP RP 1,03 TRILIUN, VENDOR TAK PUNYA BENGKEL

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:44 WIB

ANGGARAN SUKA‑SUKA: BGN TUTUPI SEMUA DARI DPR, SONY MALAH TERJEBAK

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WIB

SILMY KARIM DAN 7 PEJABAT IMIGRASI DITAHAN KPK, DIDUGA TERLIBAT PEMERASAN URUSAN KITAS-KITAP

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:03 WIB

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Diduga Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:00 WIB

“Menuju Double Digits!” Pidato Ekonomi Presiden Prabowo Subianto di DPR Disambut Positif LSM PRO RAKYAT, Kepala Daerah Diminta Bergerak Cepat Tekan Pengangguran dan Kemiskinan

Berita Terbaru