Pesawaran, Setelah berbagi cerita dengan penonton di Lampung dan Jakarta pada September lalu, repertoar pementasan Musyawarah Burung karya Teater Satu Lampung kini melanjutkan perjalanannya ke ranah musik digital. Salah satu lagu tema (theme song) dari pementasan tersebut, “Renjana Rindu”, resmi dirilis di seluruh platform streaming digital mulai 1 November 2026.

Lagu ini hadir sebagai jembatan kontemplatif yang merangkum esensi perjalanan spiritual manusia dalam lakon tersebut. Dikemas sederhana di bawah payung label dan penerbit Genia Swara, “Renjana Rindu” siap menyapa para penikmat musik dan pencinta teater di tanah air.
Kolaborasi Lintas Lini yang Bersahaja
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Daya tarik “Renjana Rindu” terletak pada keselarasan lirik dan komposisi musiknya yang tenang namun mendalam. Lirik lagu ini ditulis oleh sutradara pementasan, Iswadi Pratama. Melalui untaian kata yang bersahaja, Iswadi menuangkan pencarian jati diri kawanan burung ke dalam bait-bait lagu yang reflektif.
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan dengan baik oleh komposer Risendy Nopriza. Musiknya dibangun dengan aransemen minimalis yang mampu membawa pendengar larut dalam suasana pementasan. Lagu ini menjadi lebih hidup berkat vokal penuh penjiwaan dari Davit Hadi Muhammad selaku vokalis tamu, serta sentuhan akhir dari Anas Nurhuda pada proses pencampuran dan penyempurnaan suara.
Dari Panggung ke Telinga Pendengar
Dalam pertunjukan teaternya, lagu ini menjadi bagian penting yang menemani transisi psikologis para karakter di atas panggung. Kini, dengan hadirnya “Renjana Rindu” di platform digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan lainnya, publik dapat kembali menikmati dan merenungkan pesan dalam lagu tersebut kapan saja.
Bagi Anda yang membutuhkan ruang jeda dan perenungan di tengah kesibukan sehari-hari, “Renjana Rindu” sudah bisa didengarkan mulai 1 November 2026 di platform musik digital favorit Anda. (Red)









