LMND Lampung Gelar Seminar Bahas Implikasi Rendahnya Pendidikan Terhadap Kejahatan Perempuan dan Anak

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, 28 September 2025- Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung menggelar Seminar Nasional bertema “Implikasi Rendahnya Pendidikan terhadap Kejahatan Perempuan dan Anak” di Aula IIB Darmajaya, Bandar Lampung, pada Minggu (28/9). Acara berlangsung dengan diikuti sekitar 100 peserta dari unsur mahasiswa, media, dan masyarakat.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, aktivis, hingga organisasi masyarakat sipil, antara lain Ester Yusuf (Staf Ahli Wamen HAM RI), Dra. Hanita Fahrial, M.Si (Kadis PPPA Provinsi Lampung), Wilson Faisol (Asisten I Pemkot Bandar Lampung), Afrintina (Direktur Eksekutif DAMAR), Firmansyah Y. Alfian (Sekretaris Yayasan Alfian Husin), Yoga Aldo Novensi (Ketua Umum LMND Indonesia), Dinda Boru Napitu (Ketua EW LMND Lampung), Teo Rendra Arifin (Ketua KNPI Lampung), serta aktivis perempuan nasional Minaria Christyn.

Ketua Umum LMND Indonesia, Yoga Aldo Novensi, menegaskan bahwa akar kekerasan anak dan perempuan berhubungan erat dengan ketimpangan ekonomi dan akses pendidikan.

“Ketimpangan nasional dan kemiskinan struktural memicu kesulitan akses pendidikan dan kesehatan, sehingga berpotensi menimbulkan kasus kekerasan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua EW LMND Lampung, Dinda Boru Napitu, menyebutkan berdasarkan data Kementerian Perlindungan Anak RI terdapat 770 kasus kekerasan perempuan dan anak di Indonesia, termasuk di Lampung. “Penyebab utama adalah minimnya kesadaran akibat rendahnya akses pendidikan serta masih kuatnya budaya patriarki,” tegasnya.

LMND Lampung juga menyampaikan enam tuntutan, antara lain penuntasan buta huruf, reforma agraria, ruang aman bagi perempuan, pembangunan industri pangan, pemerataan akses kesehatan, serta pembangunan ekonomi alternatif untuk kesejahteraan rakyat.

Dalam paparannya, Ester Yusuf (Staf Ahli Wamen HAM RI) mengingatkan bahwa pendidikan dan HAM tidak bisa dipisahkan. Ia menyinggung lemahnya penegakan hukum dan masih terjadinya pelanggaran HAM di Indonesia, termasuk peristiwa “UBL Berdarah” 28 September 1999 di Lampung yang menewaskan dua mahasiswa.

Hanita Fahrial, Kadis PPPA Lampung, menekankan bahwa kekerasan perempuan dan anak bersifat kompleks. Untuk mempermudah pelaporan, Pemprov Lampung telah membentuk UPTD PPA dengan layanan terpadu.

Baca Juga :    "Jemput Bola ke Pusat, Wagub Jihan Pastikan Bantuan Gempa Tanggamus Tepat Sasaran "

Aktivis perempuan Minaria Christyn menambahkan, akar kekerasan seksual terletak pada ketimpangan relasi kuasa, budaya patriarki, serta minimnya edukasi gender. Sementara Teo Rendra Arifin (Ketua KNPI Lampung) menyinggung kasus pemerkosaan dan pembunuhan bocah di Lampung Timur tahun 2016 yang hingga kini pelakunya belum tertangkap.

Direktur Eksekutif DAMAR, Afrintina, memaparkan tren kasus kekerasan di Lampung periode 2020-2024, dengan angka fluktuatif namun tetap tinggi. Ia menegaskan bahwa rendahnya pendidikan menjadi faktor kerentanan utama. “Investasi di bidang pendidikan adalah strategi pencegahan jangka panjang,” jelasnya. DAMAR juga membuka layanan hotline di 085357561195 untuk pengaduan kasus kekerasan.

Seminar ini ditutup dengan seruan kolektif dari para pembicara agar seluruh elemen masyarakat memperkuat akses pendidikan, mendorong kesetaraan gender, serta mempertegas komitmen penegakan hukum dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan, (*)

Editor : Aan

Berita Terkait

Polda Lampung Bersama Kapolri Ikuti Zoom Meeting Penanaman Bawang Putih Serentak Dalam Rangka Ketahanan Pangan
Polda Lampung Bersama Jajaran Bagikan 6.500 Bendera Merah Putih Sambut HUT RI ke-81
Jalan Way Muli–Rajabasa Rusak dan Sempit, LSM PRO RAKYAT, Jangan Tunggu Tsunami Baru Bertindak!
Emilia Susanti Raih Doktor dengan Gagasan Antikorupsi
LSM PRO RAKYAT Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Internal KPK RI Pasca OTT Bupati Pemalang, Dugaan Adanya Jaringan Ikut Diungkap
Yudisium ke-41 FEB Universitas Malahayati : 41 Calon Sarjana Akuntansi Resmi Penuhi Syarat Wisuda
LSM PRO RAKYAT Desak Gubernur Lampung Bertindak Tegas, Dugaan Hubungan Khusus Eks Kadis DKP dengan Konsultan Berujung Laporan Penganiayaan Dinilai Cederai Marwah Pemprov Lampung
LSM PRO RAKYAT Laporkan Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan Lampung Selatan ke Kejati Lampung, Desak Kepala Dinas Diperiksa

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Polda Lampung Bersama Kapolri Ikuti Zoom Meeting Penanaman Bawang Putih Serentak Dalam Rangka Ketahanan Pangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Polda Lampung Bersama Jajaran Bagikan 6.500 Bendera Merah Putih Sambut HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:54 WIB

Jalan Way Muli–Rajabasa Rusak dan Sempit, LSM PRO RAKYAT, Jangan Tunggu Tsunami Baru Bertindak!

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Emilia Susanti Raih Doktor dengan Gagasan Antikorupsi

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:45 WIB

LSM PRO RAKYAT Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Internal KPK RI Pasca OTT Bupati Pemalang, Dugaan Adanya Jaringan Ikut Diungkap

Berita Terbaru

Tulang bawang barat

Siltap Empat Bulan Terhenti, Aparatur Tiyuh Tubaba Bergerak  

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:55 WIB