Gelar Diskusi Kebudayaan, PWI Lampung Ajak Kepala Daerah dan Wartawan Majukan Kebudayaan 

- Jurnalis

Senin, 11 Agustus 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, seruntingnews– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung menggelar Diskusi Kebudayaan dengan Tema Budaya Daerah sebagai Identitas Nasional di Ballroom Hotel Emersia, Senin (11/8/2025).

Kegiatan tersebut dibuka Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Lampung Ganjar Jationo.

Diskusi kebudayaan itu menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Ansyori Dhausal sebagai Tokoh Budaya, Tokoh Adat Mawardi Harirama dan Ketua Dewan Kesenian Lampung Satria Bangsawan.

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengatakan, kebudayaan sangat jarang menjadi bahan diskusi. Terutama di Lampung. Meski demikian, PWI sejak lama telah memberi perhatian terhadap kebudayaan. Buktinya, PWI memiliki kegiatan penganugerahan kebudayaan pada Hari Pers Nasional.

“Anugerah kebudayaan diawali pada HPN Lombok. Dilanjutkan HPN di Banjarmasin. Alhamdulillah saat itu, dari 10 kepala daerah terpilih, salah satunya dari Lampung. Yaitu Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad,” kata Wira.

Menurut dia, PWI memandang bahwa identitas dari Indonesia adalah kebudayaan. Karena itu, kepala daerah bersama wartawan bisa memajukan kebudayaan. Khususnya di Lampung.

Baca Juga :  Polda Lampung Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Antarprovinsi, Sita Sabu 118,6 Kg dan Ribuan Ekstasi

“Karenanya di acara ini, PWI Lampung mengajak semuanya ayo kita sama-sama melestarikan kebudayaan. Tentunya kami dalam diskusi ini muncul ide dan saran nasehat,” tutupnya.

Sementara, Ganjar Jationo mengapresiasi terselenggaranya diskusi kebudayaan dengan tema Budaya Daerah sebagai Identitas Nasional.

“Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan zaman yang kian kompleks. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa kebudayaan bukan semata warisan, melainkan sumber daya strategis untuk membentuk masa depan bangsa yang berdaulat secara nilai, berkepribadian dalam pembangunan dan bermartabat dalam pergaulan dunia,” kata Ganjar saat membacakan sambutan Gubernur Lampung.

Menurut dia, melalui tema tersebut, kebudayaan daerah bukan sekadar bagian dari kekayaan bangsa, tetapi jantung identitas nasional.

“Di sinilah pentingnya menjaga kesinambungan nilai, bahasa, tradisi, dan ekspresi lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah derasnya perubahan sosial dan kemajuan teknologi,” jelasnya.

Baca Juga :  *Dampingi Menko AHY, Kapolda Helmy Santika Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan di Lampung

Karena itu, forum tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa budaya adalah kekuatan. Bukan hanya sumber kebanggaan, melainkan landasan dalam membangun karakter, mempererat persatuan, serta memandu arah pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Pemanfaatan media massa dan media sosial menjadi bagian krusial dalam arus pelestarian dan penguatan budaya lokal.

“Media bukan sekadar penyampai pesan, tetapi juga cermin dan pengarah nilai-nilai. Maka, membangun masyarakat yang melek budaya dan cakap bermedia adalah langkah strategis untuk memastikan nilai-nilai luhur tetap mengakar sekaligus menjangkau dunia global,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan kebudayaan sebagai pilar utama dalam visi pembangunan daerah.

Melalui berbagai kebijakan dan program, pemprov terus mendorong pelestarian cagar budaya, penguatan bahasa dan seni daerah, pengembangan museum, festival, serta ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya.

“Semua ini diarahkan untuk memperkokoh identitas lokal, membina karakter generasi muda, dan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat secara berkeadilan,” sebutnya. (*)

Berita Terkait

Lampung Terancam Krisis BBM Bersubsidi: Biosolar Habis 24 November, Pertalite 18 Desember  
Proyek Puluhan Miliar Tapi Minim Rambu Pengaman, LSM PRO RAKYAT menegaskan Gubernur Lampung Harus Peduli
Ditemukan Titik Panas, DLH Lampung Segel Area Perkebunan PT Sweet Indo Lampung di Tulang Bawang
Gubernur Mirza Resmi Copot dr. Imam Ghozali dari Direktur RSUDAM, Lukman Pura Kembali Sebagai Plt  
Kabar Pencopotan Direktur RSUDAM Mencuat, Kepastian Menunggu Pelantikan Siang Ini
Gubernur Mirza Terima Penghargaan KPK, Wagub Jihan Raih Apresiasi BSSN  
Tanda Tanya di Balik Kasus PT. LEB, LSM PRO RAKYAT Minta Kejaksaan Gali Peran Sekda dan Pimpinan DPRD Lampung
Terima Audiensi Lamban Sastra, Wagub Jihan Dukung Sinergi Bangun Ekosistem Sastra Lampung

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Lampung Terancam Krisis BBM Bersubsidi: Biosolar Habis 24 November, Pertalite 18 Desember  

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Proyek Puluhan Miliar Tapi Minim Rambu Pengaman, LSM PRO RAKYAT menegaskan Gubernur Lampung Harus Peduli

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Ditemukan Titik Panas, DLH Lampung Segel Area Perkebunan PT Sweet Indo Lampung di Tulang Bawang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Gubernur Mirza Resmi Copot dr. Imam Ghozali dari Direktur RSUDAM, Lukman Pura Kembali Sebagai Plt  

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Kabar Pencopotan Direktur RSUDAM Mencuat, Kepastian Menunggu Pelantikan Siang Ini

Berita Terbaru