TULANG BAWANG,SeruntingNews.id— Sorotan terhadap dugaan ketidaktertiban penyaluran BBM bersubsidi di SPBU 24.345.107 Terminal Menggala mulai mendapat perhatian masyarakat. Kehadiran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulang Bawang yang menjalankan fungsi kontrol sosial dinilai membawa perubahan positif dalam pelayanan dan pemerataan BBM bersubsidi bagi masyarakat.Sabtu, 29 Agustus 2026
Sejumlah warga Menggala mengaku kini lebih mudah mendapatkan BBM bersubsidi setelah persoalan tersebut menjadi perhatian dan mendapat sorotan melalui fungsi jurnalistik serta kontrol sosial.
Sebelumnya, masyarakat mengaku kerap menghadapi persoalan saat mengantre BBM bersubsidi di SPBU Terminal Menggala. Bahkan, muncul keresahan dan dugaan adanya praktik tidak semestinya dalam penyaluran BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat.
Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui pemeriksaan dan penelusuran pihak yang berwenang.
PWI Tulang Bawang dinilai telah menunjukkan peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi dengan menyuarakan kepentingan masyarakat serta mendorong terciptanya pelayanan publik yang lebih transparan dan berkeadilan.
Joni, salah satu perwakilan masyarakat Menggala, memberikan apresiasi kepada PWI Tulang Bawang atas keberaniannya menjalankan fungsi sosial kontrol.
“Selama ini kami resah setiap datang ke SPBU tersebut karena sering tidak mendapatkan BBM bersubsidi. Sekarang kami bersyukur dengan kehadiran PWI Tulang Bawang yang menjalankan fungsi sosial kontrolnya secara profesional. Kami sebagai masyarakat sangat terbantu. Sekarang setiap mobil maupun kendaraan motor yang datang ke SPBU Terminal, menurut kami, lebih merata mendapatkan BBM bersubsidi,” ungkap Joni, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Joni, pengawasan dari media sangat dibutuhkan agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar dapat dirasakan masyarakat yang berhak.
Sopir: Dulu Antre Lama, Pulang Tak Dapat BBM
Pengakuan serupa disampaikan Putra, salah seorang sopir yang ditemui awak media di SPBU Terminal Menggala.
Ia mengatakan kondisi pelayanan saat ini dinilai jauh lebih tertib dibandingkan sebelumnya.
“Aman, Pak. Sekarang sudah tertib. Mobil yang mau mengisi bensin saya lihat rata-rata mendapatkan BBM bersubsidi. Kalau yang dulu itu, kadang kami kecewa. Sudah capek menunggu lama ikut antrean, tetapi pulang tidak dapat minyak,” ujar Putra.
Putra mengaku bersyukur dengan kondisi pelayanan yang saat ini dinilainya lebih tertib.
“Sekarang alhamdulillah sudah sangat tertib. Kami sangat berharap ke depan bisa terus seperti ini demi kenyamanan dan kebutuhan kami sebagai sopir dan masyarakat mendapatkan BBM bersubsidi,” tuturnya.
Warga Berharap Pengawasan Tidak Berhenti
Masyarakat berharap perubahan tersebut bukan hanya berlangsung sementara. Mereka meminta pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi di SPBU Terminal Menggala dilakukan secara berkelanjutan.
Masyarakat juga berharap pihak terkait, termasuk pengelola SPBU dan instansi berwenang, dapat memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Apabila dalam proses pengawasan ditemukan adanya dugaan penyimpangan, masyarakat berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan resmi dan sesuai ketentuan hukum.
Bagi masyarakat, kehadiran pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial bukan sekadar memberikan sorotan, tetapi juga menjadi jembatan untuk menyampaikan keresahan publik sekaligus mendorong terciptanya pelayanan yang lebih baik.(mur)











