Gedung MPP Mangkrak, Gedung Kaca Terbengkalai, Jembatan Way Bungur Disorot, LSM PRO RAKYAT Desak Kajati Lampung Periksa Bupati Lampung Timur

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Seruntingnees.id–

Proyek pembangunan di Kabupaten Lampung Timur yang menggunakan anggaran APBD Tahun 2017 dan APBD Tahun 2018 bernilai puluhan miliar rupiah kembali menjadi sorotan publik.

Proyek pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP), Pembangunan Gedung Kaca, hingga Pembangunan Jembatan Way Bungur diduga mangkrak dan terbengkalai, diduga pembangunan gedung dan jembatan tidak sesuai spesifikasi teknis kontrak, bahkan disebut-sebut ditinggalkan kontraktor pelaksana.

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum LSM PRO RAKYAT, Aqrobin AM, didampingi oleh Sekretaris Umum LSM PRO RAKYAT Johan Alamsyah, S.E menegaskan bahwa proyek-proyek yang menggunakan uang negara tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban hukum yang jelas.

“ Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Kalau proyek puluhan miliar mangkrak bertahun-tahun, gedung terbengkalai, jembatan bermasalah, lalu kontraktor kabur, maka aparat penegak hukum wajib segera turun tangan. Jangan sampai ada kesan pembiaran,” tegas Aqrobin AM kepada awak media, Senin (11/5/2026), di Pengadilan Negeri Tanjung Karang.

Menurutnya, Kejaksaan Tinggi Lampung harus serius dan tegas menindak dugaan penyimpangan proyek yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara tersebut.

LSM PRO RAKYAT juga meminta Kejaksaan Tinggi Lampung agar segera memanggil Bupati Lampung Timur untuk dimintai keterangan terkait mangkrak dan terbengkalainya sejumlah proyek strategis yang menelan anggaran puluhan milyar tersebut.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum LSM PRO RAKYAT, Johan Alamsyah, S.E menyatakan bahwa proyek mangkrak yang dibiarkan bertahun-tahun dapat masuk dalam ranah tindak pidana korupsi apabila ditemukan unsur penyalahgunaan kewenangan, mark-up atau pembengkakan nilai proyek, pekerjaan tidak sesuai kontrak, hingga adanya timbul kerugian negara.

Baca Juga :  LSM PRO RAKYAT Laporkan Dugaan Mangkraknya Proyek Tugu Exit Tol Kota Baru ITERA ke Jaksa Agung RI, Soroti Potensi Pelanggaran Hukum dan Kerugian Keuangan Negara

“ Kalau seandainya pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis kontrak, volume pekerjaan tidak sesuai, proyek mangkrak dan terlantar otomatis negara dirugikan, maka itu bisa masuk dalam kategori tindak pidana korupsi. Kejaksaan Tinggi Lampung harus berani jangan takut menindak siapapun yang terlibat,” ujar Johan Alamsyah, S.E.

Ia menegaskan, sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dugaan tindak pidana korupsi diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Dalam Pasal 2 ayat (1) disebutkan :

“ Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.”

Sementara Pasal 3 menyebutkan :

“ Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp. 50 juta dan paling banyak Rp. 1 miliar.”

Baca Juga :  Prestasi Pendidikan Lampung Melejit! SMAN 14 Lampung Lulus 100% PTN, LSM PRO RAKYAT Dorong Kenaikan Bantuan Pendidikan Demi Indonesia Emas 2045

LSM PRO RAKYAT menilai mangkrak dan terbengkalainya proyek-proyek tersebut bukan sekadar persoalan administratif, juga suatu persoalan serius yang menyangkut penggunaan APBD yang notabene uang rakyat, dan hak masyarakat atas pembangunan yang berkualitas.

Aqrobin AM juga menyinggung arahan Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin yang berulang kali meminta seluruh jajaran kejaksaan di daerah berani menindak pelaku tindak pidana korupsi tanpa rasa takut.

“ Jaksa Agung RI sudah jelas menyampaikan dalam berbagai kunjungan kerja bahwa jaksa di daerah harus berani menegakkan hukum tindak pidana korupsi. Jaksa jangan takut. Kalau tidak berani menindak korupsi, lebih baik mundur,” katanya.

LSM PRO RAKYAT menyatakan dalam waktu dekat akan segera melaporkan secara resmi persoalan proyek mangkrak dan terbengkalai di Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia agar segera dilakukan supervisi dan pengawasan terhadap penanganan perkara di daerah.

“ Sudah terlalu lama proyek-proyek ini mangkrak dan terbengkalai. Gedung MPP mangkrak, gedung kaca tidak jelas pemanfaatannya, Jembatan Way Bungur disorot masyarakat. Itu menunjukkan adanya suatu permasalahan besar di Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur. Semua kegiatan proyek itu dibangun menggunakan uang negara yang juga merupakan uang rakyat. Bupati Lampung Timur saat ini lah yang harus bertanggung jawab secara moral maupun administratif atas kondisi tersebut, kami minta kejaksaan harus peduli dan berani” tutup Aqrobin AM. (***)

Berita Terkait

Polda Lampung Bersama Kapolri Ikuti Zoom Meeting Penanaman Bawang Putih Serentak Dalam Rangka Ketahanan Pangan
Polda Lampung Bersama Jajaran Bagikan 6.500 Bendera Merah Putih Sambut HUT RI ke-81
Jalan Way Muli–Rajabasa Rusak dan Sempit, LSM PRO RAKYAT, Jangan Tunggu Tsunami Baru Bertindak!
Emilia Susanti Raih Doktor dengan Gagasan Antikorupsi
LSM PRO RAKYAT Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Internal KPK RI Pasca OTT Bupati Pemalang, Dugaan Adanya Jaringan Ikut Diungkap
Yudisium ke-41 FEB Universitas Malahayati : 41 Calon Sarjana Akuntansi Resmi Penuhi Syarat Wisuda
LSM PRO RAKYAT Desak Gubernur Lampung Bertindak Tegas, Dugaan Hubungan Khusus Eks Kadis DKP dengan Konsultan Berujung Laporan Penganiayaan Dinilai Cederai Marwah Pemprov Lampung
LSM PRO RAKYAT Laporkan Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan Lampung Selatan ke Kejati Lampung, Desak Kepala Dinas Diperiksa

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Polda Lampung Bersama Kapolri Ikuti Zoom Meeting Penanaman Bawang Putih Serentak Dalam Rangka Ketahanan Pangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Polda Lampung Bersama Jajaran Bagikan 6.500 Bendera Merah Putih Sambut HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:54 WIB

Jalan Way Muli–Rajabasa Rusak dan Sempit, LSM PRO RAKYAT, Jangan Tunggu Tsunami Baru Bertindak!

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Emilia Susanti Raih Doktor dengan Gagasan Antikorupsi

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:45 WIB

LSM PRO RAKYAT Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Internal KPK RI Pasca OTT Bupati Pemalang, Dugaan Adanya Jaringan Ikut Diungkap

Berita Terbaru

Tulang bawang barat

Siltap Empat Bulan Terhenti, Aparatur Tiyuh Tubaba Bergerak  

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:55 WIB