Bupati Klaten Diduga Suap Kepala BPK Jateng Rp400 Juta demi Hapus Temuan Audit

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photto Ilustrasi

Serunting News.Id. JAKARTA,  — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan praktik jual-beli temuan audit antara Pemerintah Kabupaten Klaten dan Perwakilan BPK Jawa Tengah. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, diduga menyuap Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, senilai Rp400 juta agar temuan kelebihan bayar sebesar Rp5 miliar dihapus dari laporan hasil pemeriksaan.

Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan kasus ini bermula saat BPK Jawa Tengah melakukan audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Klaten Tahun Anggaran 2025 pada April 2026. Dalam pemeriksaan tersebut, auditor menemukan dua temuan kelebihan pembayaran honorarium dengan total sekitar Rp5 miliar, yaitu Rp4,16 miliar untuk honorarium narasumber sosialisasi peraturan yang jam pelaksanaannya tidak sesuai, serta Rp1,02 miliar untuk kelebihan honor pelaksana kegiatan.

Baca Juga :  SIDANG VONIS HARI INI: 4 PRAJURIT TNI TERDAKWA PENYIRAMAN AIR KERAS ANDRIE YUNUS

“Terdiri dari honorarium narasumber sosialisasi peraturan yang tidak sesuai dengan jam pelaksanaan sebesar Rp4,16 miliar serta kelebihan honor pelaksana kegiatan sebesar Rp1,02 miliar,” kata Taufik, Sabtu (17/10/2026).

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi temuan tersebut, Hamenang bersama Inspektur Daerah Pemkab Klaten, Agus Suprapto, menemui pihak BPK Jawa Tengah di Semarang. Pertemuan dihadiri Kepala Bidang Pemeriksaan Jateng 3, Iwan Hery Setiawan, serta Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Dalam pertemuan itu, dibahas rencana penghapusan atau dropping kedua temuan kelebihan pembayaran tersebut.

Pertemuan lanjutan digelar pada Mei 2026, kali ini hanya antara Hamenang dan Luthfi. Di momen inilah dugaan transaksi diatur. Luthfi disebut secara terang meminta dukungan dana sebesar Rp600 juta. Setelah dilakukan negosiasi, disepakati angka menjadi Rp400 juta.

Baca Juga :  KPK Gelar OTT di Bulan Ramadhan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap

Ironisnya, meski uang belum diserahkan sepenuhnya, komitmen sudah dilaksanakan. Pada Juni 2026, BPK Jawa Tengah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepada Pemkab Klaten dengan temuan kelebihan pembayaran honorarium narasumber senilai Rp4,16 miliar sudah dihapus.

“Pada Juni 2026, BPK telah menyampaikan LHP kepada Pemkab Klaten dengan telah menghapus temuan dropping terkait kelebihan pembayaran honorarium narasumber sebagaimana kesepakatan antara ALU dan HWI,” jelas Taufik.

Perkara ini akhirnya terungkap lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 15 Oktober 2026. KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, serta pihak swasta Muhammad Amin Wahyu Utomo dari PT Madani Winasis Creative yang diduga berperan dalam aliran dana suap tersebut. (Aa)

Berita Terkait

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Kena OTT KPK
KPK Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan BNPB, Lima Orang Ditetapkan  
KPK Larang Kepala Daerah Beri Hibah APBD ke Instansi Vertikal
Pejabat BNPB Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK
DPR Resmi Mengesahkan RUU Perampasan Aset Sebagai Usul Inisiatif, Ditarget Berlaku Sebelum Akhir Tahun
BEM SI KEPUNG DPR, TUNTUT REVISI UU SISDIKNAS DAN PENDIDIKAN GRATIS
Presiden Prabowo Lantik Menteri, Wamen, dan Pejabat Setingkat Menteri,Listyo Sigit Kini Kepala Staf Kepresidenan
Pembongkaran Lapas Cibinong Bukan Akhir, Sistem Juga Harus Dibongkar  

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Bupati Klaten Diduga Suap Kepala BPK Jateng Rp400 Juta demi Hapus Temuan Audit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:31 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Kena OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:17 WIB

KPK Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan BNPB, Lima Orang Ditetapkan  

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:01 WIB

KPK Larang Kepala Daerah Beri Hibah APBD ke Instansi Vertikal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:41 WIB

Pejabat BNPB Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

Berita Terbaru

Bandar Lampung

6 Calon Rektor Unila Siap Diundi Nomor Urut Senin Besok

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:08 WIB