BEM SI KEPUNG DPR, TUNTUT REVISI UU SISDIKNAS DAN PENDIDIKAN GRATIS

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali turun ke jalan. Pada Senin (5/10/2026), ribuan mahasiswa mengepung Gedung DPR RI, Jakarta, dalam “Seruan Aksi Nasional” yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB.Senin,(5/10/2026).

Aksi yang diumumkan melalui akun Instagram resmi @bem_si ini mengangkat isu mendasar: hancurnya sistem pendidikan nasional, dengan empat tuntutan keras yang disampaikan kepada DPR dan Pemerintah.

EMPAT TUNTUTAN BEM SI:

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Revisi UU Sisdiknas secara partisipatif dan komprehensif, bukan dibahas dan disahkan secara tertutup tanpa melibatkan pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Ironi Keadilan: Nurhadi Kembali Ditahan KPK, Kasus TPPU Usai Bebas dari Vonis Suap  

2. Realisasikan pendidikan gratis yang sesungguhnya, bukan sekadar jargon kampanye, melainkan hak konstitusional rakyat yang harus dirasakan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

3. Sejahterakan guru dan tenaga kependidikan tanpa basa-basi, berikan kesejahteraan, kepastian, dan penghargaan yang layak atas peran mencerdaskan generasi bangsa.

4. Jamin keberlangsungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) masukkan PTS dalam skema pendidikan tinggi gratis agar tidak tertinggal.

“Pendidikan gratis bukan sekadar janji, tetapi hak yang harus dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi,” tegas Koordinator Pusat BEM SI.

Mahasiswa juga menyoroti nasib guru yang kesejahteraannya masih jauh dari layak. Mereka menegaskan, guru berhak mendapatkan penghargaan yang setimpal atas pengabdiannya. Aksi ini disebut sebagai peringatan keras agar pemerintah dan DPR berhenti membuat kebijakan pendidikan yang tidak berkeadilan.

Baca Juga :  LSM PRO RAKYAT Sambangi Mahkamah Konstitusi RI, Komitmen Penegakan Hukum Secara Konstitusional

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi membenarkan adanya rencana unjuk rasa tersebut. Sebanyak 3.983 personel gabungan dari TNI, Polri, Pemda, dan Pamdal telah disiagakan untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi.

“Benar di depan DPR/MPR ada demonstrasi pukul 13.00 WIB. Jumlah pengamanan gabungan 3.983 personel,” ungkap Akhmadi, dikutip Kompas.com. ( A /*)

Berita Terkait

KEPALA LAPAS CIBINONG DIPECAT DARI ASN, 17 PEGAWAI DISANKSI BUNTUT FASILITAS MEWAH
Presiden Prabowo Lantik Menteri, Wamen, dan Pejabat Setingkat Menteri,Listyo Sigit Kini Kepala Staf Kepresidenan
Pembongkaran Lapas Cibinong Bukan Akhir, Sistem Juga Harus Dibongkar  
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Lolos Fit and Proper Test, Siap Jabat Kapolri Gantikan Listyo Sigit  
Dua Anggota DPR RI Jadi Sorotan: Zulkifli Anwar Sebut “Santet”, Willy Aditya Ucap “Bacot Kamu” di Rapat Resmi
Ferdy Sambo Dan 54 Napi Diperiksa Terkait Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dicopot  
KPK Siap Turun Tangan Jika Ada Unsur Korupsi di Balik Fasilitas Mewah Lapas Cibinong  
Buntut Kamar Mewah Lapas Cibinong: Kemenimipas Nonaktifkan 5 Pejabat

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:43 WIB

KEPALA LAPAS CIBINONG DIPECAT DARI ASN, 17 PEGAWAI DISANKSI BUNTUT FASILITAS MEWAH

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:31 WIB

BEM SI KEPUNG DPR, TUNTUT REVISI UU SISDIKNAS DAN PENDIDIKAN GRATIS

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Presiden Prabowo Lantik Menteri, Wamen, dan Pejabat Setingkat Menteri,Listyo Sigit Kini Kepala Staf Kepresidenan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Pembongkaran Lapas Cibinong Bukan Akhir, Sistem Juga Harus Dibongkar  

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Komjen Pol Suyudi Ario Seto Lolos Fit and Proper Test, Siap Jabat Kapolri Gantikan Listyo Sigit  

Berita Terbaru