JAKARTA — Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali turun ke jalan. Pada Senin (5/10/2026), ribuan mahasiswa mengepung Gedung DPR RI, Jakarta, dalam “Seruan Aksi Nasional” yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB.Senin,(5/10/2026).
Aksi yang diumumkan melalui akun Instagram resmi @bem_si ini mengangkat isu mendasar: hancurnya sistem pendidikan nasional, dengan empat tuntutan keras yang disampaikan kepada DPR dan Pemerintah.
EMPAT TUNTUTAN BEM SI:
1. Revisi UU Sisdiknas secara partisipatif dan komprehensif, bukan dibahas dan disahkan secara tertutup tanpa melibatkan pemangku kepentingan.
2. Realisasikan pendidikan gratis yang sesungguhnya, bukan sekadar jargon kampanye, melainkan hak konstitusional rakyat yang harus dirasakan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
3. Sejahterakan guru dan tenaga kependidikan tanpa basa-basi, berikan kesejahteraan, kepastian, dan penghargaan yang layak atas peran mencerdaskan generasi bangsa.
4. Jamin keberlangsungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) masukkan PTS dalam skema pendidikan tinggi gratis agar tidak tertinggal.
“Pendidikan gratis bukan sekadar janji, tetapi hak yang harus dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi,” tegas Koordinator Pusat BEM SI.
Mahasiswa juga menyoroti nasib guru yang kesejahteraannya masih jauh dari layak. Mereka menegaskan, guru berhak mendapatkan penghargaan yang setimpal atas pengabdiannya. Aksi ini disebut sebagai peringatan keras agar pemerintah dan DPR berhenti membuat kebijakan pendidikan yang tidak berkeadilan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi membenarkan adanya rencana unjuk rasa tersebut. Sebanyak 3.983 personel gabungan dari TNI, Polri, Pemda, dan Pamdal telah disiagakan untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi.
“Benar di depan DPR/MPR ada demonstrasi pukul 13.00 WIB. Jumlah pengamanan gabungan 3.983 personel,” ungkap Akhmadi, dikutip Kompas.com. ( A /*)











