Bakauheni Lampung Selatan,Seruntingnews.id – Perpustakaan Desa Semanak, Kecamatan Bakauheni, optimistis mampu menembus tiga besar dalam Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026.
Penilaian berlangsung di Kantor Balai Desa Semanak, Kecamatan Bakauheni, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya mendorong kemajuan perpustakaan desa sekaligus meningkatkan budaya literasi masyarakat.
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Selatan Feri Bastian ,S.E.M.Ling beserta tim, Camat Bakauheni Sidik, Sekcam Alfanizar, Kepala Desa Semanak Ayubi beserta jajaran, kader, pelaku UMKM serta tamu undangan lainnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Selatan Feri Bastian,S.E,.M.Ling mengatakan, lomba tersebut diikuti perwakilan dari 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.
Dari proses seleksi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, terdapat enam perpustakaan desa yang masuk nominasi terbaik, yakni:
Perpustakaan Desa Pulau Jaya, Kecamatan Palas.
Perpustakaan Desa Pajar Baru, Kecamatan Jati Agung.
Perpustakaan Desa Sumber Agung, Kecamatan Way Sulan.
Perpustakaan Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang.
Perpustakaan Desa Semanak, Kecamatan Bakauheni.
Perpustakaan Desa Sri Katon, Kecamatan Tanjung Bintang.
Penilaian telah dimulai sejak 19 Agustus 2026 dengan memperhatikan sejumlah aspek, termasuk administrasi, statistik, dokumentasi serta indikator lainnya.
“Penilaian ini merupakan rangkaian program perpustakaan terbaik tingkat Kabupaten Lampung Selatan. Ada bobot penilaian, mulai dari administrasi dan berbagai indikator lainnya,” ujar Feri.
Feri menilai perkembangan teknologi digital menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan minat baca generasi muda.
Menurutnya, anak-anak perlu terus didampingi agar tidak sepenuhnya meninggalkan buku akibat semakin kuatnya ketergantungan terhadap perangkat digital.
“Minat baca generasi muda masih banyak yang berkurang karena efek digital. Ini yang harus kita dampingi terus, khususnya anak-anak kita. Minat baca harus ditanamkan sejak kecil,” tegasnya.
Ia berharap perpustakaan desa di seluruh Lampung Selatan semakin maju dan mampu menjadi pusat pembelajaran masyarakat.
Feri juga mengajak generasi muda untuk kembali membudayakan membaca buku guna memperluas pengetahuan dan wawasan.
Camat Bakauheni Sidik menegaskan, lomba perpustakaan bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana memotivasi masyarakat agar semakin gemar membaca.
“Lomba ini salah satunya untuk memotivasi dan menyemangati anak-anak serta masyarakat supaya gemar membaca. Dengan membaca, masyarakat bisa mengembangkan pengetahuan, baik bahasa, budaya maupun ilmu pengetahuan,” jelas Camat Sidik.
Menurutnya, Perpustakaan Desa Semanak layak menjadi wakil Kecamatan Bakauheni karena dinilai aktif dan memiliki koleksi buku yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Semakin sering membaca buku, semakin banyak ilmu pengetahuan dan wawasan yang kita dapat,” katanya.
Sidik memastikan Pemerintah Kecamatan Bakauheni mendukung keberadaan perpustakaan desa sebagai sarana peningkatan pengetahuan masyarakat dari usia dini hingga lanjut usia.
Ia juga menyebut keterwakilan perpustakaan desa dalam lomba tersebut terus bergantian. Tahun 2024 diwakili Desa Semanak, tahun 2025 Desa Kelawi, dan tahun 2026 kembali dipercayakan kepada Desa Semanak.
“Semoga Perpustakaan Desa Semanak menjadi salah satu kandidat terbaik tingkat Kabupaten Lampung Selatan,” harapnya.
Kepala Desa Semanak Hayubi menyampaikan optimisme tinggi. Ia menargetkan perpustakaan desanya mampu masuk tiga besar.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Ayubi melihat langsung antusiasme anak-anak yang datang memanfaatkan perpustakaan.
“Anak-anak PAUD, MI dan SD sering datang ke sini saat jam istirahat maupun setelah belajar di sekolah. Mereka datang bersama teman-temannya untuk membaca buku,” ungkap Ayubi.
Menurutnya, kebiasaan membaca sejak usia dini harus terus dipupuk agar anak-anak memiliki wawasan luas dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
Sementara, Pengurus Perpustakaan Desa Semanak, Tony, menjelaskan bahwa mekanisme penilaian tahun ini mengalami perubahan.
Jika sebelumnya tim juri turun langsung melakukan penilaian lapangan, tahun ini proses diawali dengan pemeriksaan administrasi dan kelengkapan sesuai panduan.
“Administrasi terlebih dahulu, seperti statistik, dokumentasi dan semua yang dibutuhkan sesuai panduan. Setelah itu diseleksi tim Kabupaten Lampung Selatan, baru kemudian ditentukan nominasi,” jelas Tony.
Ia berharap penilaian tersebut menjadi momentum bagi Perpustakaan Desa Semanak untuk terus berbenah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Lomba perpustakaan desa sejatinya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara.
Lebih dari itu, ajang ini menjadi pengingat bahwa budaya membaca harus tetap hidup di tengah derasnya arus digital.
Perpustakaan Desa Semanak kini tidak hanya menawarkan deretan buku, tetapi juga menghadirkan ruang belajar bagi anak-anak dan masyarakat
Dari desa, budaya membaca dibangkitkan. Dari buku, wawasan diperluas. Dan dari generasi yang gemar membaca, masa depan Lampung Selatan dipersiapkan
(Amr)











