METRO, Seruntingnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 24 KKL-PPM Universitas Malahayati bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, melaksanakan kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan RW 001, sebagai upaya memberdayakan masyarakat dan mengoptimalkan lahan pekarangan menjadi lebih bermanfaat dan produktif.Kamis,13/8/2026.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa untuk mengajak warga, khususnya para ibu anggota KWT, memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah demi mendukung pemenuhan kebutuhan alami penunjang kesehatan sehari-hari, bukan hanya sekadar kegiatan sementara selama masa pengabdian berlangsung.
Sebelum turun ke lokasi, mahasiswa terlebih dahulu berkoordinasi dan berdiskusi bersama pengurus serta anggota KWT. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan manfaat pemanfaatan pekarangan serta pemilihan jenis tanaman yang mudah dibudidayakan dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat, antara lain jahe, kunyit, kencur, serai, hingga lengkuas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami pilih tanaman yang tidak sulit dirawat namun khasiatnya sangat dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh dan pengobatan ringan keluarga sehari-hari,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN.
Proses penanaman dilaksanakan dengan semangat gotong royong. Mulai dari membersihkan lahan, menggemburkan tanah, menyiapkan media tanam, hingga menempatkan bibit dilakukan bersama-sama. Mahasiswa turut mendampingi secara langsung, memberikan contoh teknik penanaman yang benar sekaligus berbagi pengetahuan praktis mengenai cara merawat tanaman—mulai dari penyiraman rutin, pemupukan, pembersihan gulma hingga cara memantau pertumbuhannya agar dapat tumbuh subur dan berbuah manfaat.
Keterlibatan aktif anggota KWT di setiap tahapan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama, sehingga perawatan dan pengembangannya dapat terus berlanjut secara mandiri meskipun masa pengabdian KKN telah selesai.
Diharapkan ke depannya, lahan pekarangan warga Kelurahan Banjarsari tidak hanya menjadi ruang kosong, melainkan berubah menjadi kebun obat mandiri yang asri dan bermanfaat. Selain membantu meringankan biaya kesehatan keluarga, keberadaan TOGA juga turut memperindah lingkungan pemukiman serta mempererat kerukunan dan kerja sama antarwarga.
Secara keseluruhan, kegiatan ini bukan sekadar menanam tanaman, melainkan menanam kesadaran, semangat kemandirian, dan budaya hidup sehat yang kelak dapat menjadi warisan positif serta dikembangkan lebih luas di lingkungan masyarakat Kelurahan Banjarsari. (Red)











