BANDAR LAMPUNG, Serunting News.Id — Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Bandar Lampung berakhir di jalan buntu. Proses penetapan kepengurusan macet total setelah lima orang tim formatur yang ditunjuk berdasarkan hasil pleno gagal meraih kesepakatan. Tiga ketua pimpinan kecamatan bahkan menolak menandatangani berkas hasil rapat, lantaran penetapan nama-nama pengurus dianggap tidak transparan. Senin,21/9/2026.
“Saya hanya diminta tanda tangan tanpa diperlihatkan siapa sekretaris, bendahara maupun pengurus lainnya. Maka dari itu saya tolak,” tegas Darma Edi Thabrani, salah satu anggota tim formatur.
Suasana Musda yang sempat meriah saat pembukaan, perlahan meredup ketika pembahasan struktur kepengurusan memasuki babak krusial. Tim formatur diberi waktu menyusun susunan pengurus sejak pukul 13.15 WIB. Namun pembahasan berjalan alot dan mandek saat menentukan dua posisi kunci: sekretaris dan bendahara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua terpilih, Rycko Menoza, mengusulkan nama Mashudi untuk posisi sekretaris. Sementara itu, Hanan A. Rozak anggota formatur yang mewakili DPD Golkar Provinsi Lampung, menyodorkan nama lain, Benny Halomoan Nauly. Kebuntuan pun tak terhindarkan.
Puncak ketegangan terjadi ketika para anggota formatur disodori berkas penetapan pengurus, namun isinya, daftar nama-nama struktur, tidak diperlihatkan. Empat anggota formatur menyatakan ketidakpuasan dan menuding proses tersebut tidak transparan. Mereka diminta menandatangani kesepakatan tanpa mengetahui siapa saja yang duduk di jajaran pengurus.
Berikut nama lengkap tim formatur Musda XI Golkar Bandar Lampung:
– Rycko Menoza
– Hanan A. Rozak
– M. Rifai (Ketua Golkar Kecamatan Kedamaian)
– Samsir (Ketua Golkar Kecamatan Rajabasa)
– Darma Edi Thabrani (Unsur Karya Kekaryaan)
Akibat kebuntuan tersebut, peserta Musda akhirnya bubar meninggalkan lokasi. Hanya satu hal yang berhasil ditetapkan: Rycko Menoza sah sebagai Ketua Golkar Bandar Lampung. Sementara seluruh struktur kepengurusan lainnya batal terbentuk untuk saat ini.
Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris DPD Golkar Lampung Aprozi Alam menegaskan Musda tidak batal. Penetapan ketua sudah sah, proses penyusunan pengurus hanya ditunda beberapa hari ke depan.
“Keputusan Musda Pak Rycko Menoza sudah sah sebagai Ketua Golkar terpilih. Tinggal melengkapi kepengurusan,” ujar Aprozi Alam.
Ia menolak menyebut situasi ini sebagai jalan buntu atau deadlock. Perselisihan soal jabatan sekretaris dan bendahara disebutnya dinamika biasa dalam demokrasi internal partai.
“Ah, itu dinamika dalam Musda. Nanti yakin akan ada jalan terbaik,” tutupnya.
Proses kelanjutan penyusunan struktur pengurus Golkar Bandar Lampung kini menjadi sorotan, menunggu kapan kebuntuan ini menemukan titik temu. (A)











