Bupati Bolmut Sirajudin Lasena & 13 Orang Diamankan KPK, Uang Ratusan Juta Disita  

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serunting News.Id, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, Senin (21/9/2026). Penangkapan terjadi di dua lokasi sekaligus,Jakarta dan Sulawesi Utara, dalam satu operasi senyap .

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan pelaksanaan operasi tersebut. “Benar, sedang ada kegiatan di lapangan,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi .

Selain Bupati, total 14 orang diamankan KPK. Rinciannya :

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jakarta 5 orang, termasuk Bupati Sirajudin Lasena

Sulawesi Utara (Bolmut) 8 orang Gorontalo  1 orang.

Para teramankan terdiri atas kepala dinas, ASN, dan pihak swasta, terkait dugaan aliran dana proyek di lingkungan Pemkab Bolmut . Semua langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan intensif .

Baca Juga :  MENTERI IMIPAS TEGASKAN KOMITMEN BERANTAS PEREDARAN NARKOTIKA DI LAPAS DAN RUTAN

Barang bukti yang disita berupa uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan transaksi komisi proyek infrastruktur, terutama proyek jalan .

Di Boroko, Kabupaten Bolmut, tim KPK menyegel 4 kantor OPD dengan stiker “Dalam Pengawasan KPK” :

– Dinas Pendidikan

– Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang

– Dinas Kesehatan

– Dinas Lingkungan Hidup

OTT bukan vonis, melainkan pintu masuk penindakan. KPK menangkap saat diduga sedang terjadi transaksi, agar barang bukti tidak hilang . Berdasarkan undang-undang, KPK hanya punya waktu 1×24 jam untuk menetapkan status hukum. Jika bukti permulaan cukup, status dinaikkan menjadi tersangka. Jika tidak, wajib dilepas .

Baca Juga :  KPK Gelar OTT, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring

Ini merupakan OTT ke-21 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026. Fakta ini menegaskan pola lama masih berulang , proyek, fee,tunai. Dugaan penerimaan gratifikasi terkait proyek pemerintah daerah diduga menjadi akar perkara .

“Kami tegaskan, KPK tidak akan berhenti menjaga pengelolaan keuangan negara dan daerah. Setiap ada pelanggaran, akan kami tindak tegas,” demikian pernyataan KPK.

Saat ini pemeriksaan terhadap 14 orang masih berlangsung. Status hukum akan diumumkan sesuai batas waktu yang ditentukan undang-undang . (*)

Berita Terkait

PERADI Profesional Beberapa Tahun Kedepan Dapat Menjadi OA Terbesar
ASDP Optimalkan Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Keselamatan Tetap Jadi Prioritas
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diamankan KPK, Diduga Terima Suap Ratusan Juta untuk Masuk Fakultas Kedokteran
ISTRI BUPATI ANOM WIDIYANTORO TURUT DIJEMPUT KPK, BUNGKAM SAAT DITANYA AWAK MEDIA
KPK Gelar OTT, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring
Sterilisasi Pelabuhan Perkuat Keselamatan dan Modernisasi Layanan Penyeberangan
ASDP Percepat Sterilisasi Enam Pelabuhan Demi Layanan Penyeberangan Modern Berstandar Keselamatan Tinggi
PERADI Profesional Cetak Rekor MURI, Gandeng 108 Perguruan Tinggi Keagamaan Bangun Ekosistem Pendidikan Hukum Berintegritas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:15 WIB

Bupati Bolmut Sirajudin Lasena & 13 Orang Diamankan KPK, Uang Ratusan Juta Disita  

Senin, 7 September 2026 - 17:17 WIB

PERADI Profesional Beberapa Tahun Kedepan Dapat Menjadi OA Terbesar

Senin, 7 September 2026 - 17:09 WIB

ASDP Optimalkan Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Keselamatan Tetap Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diamankan KPK, Diduga Terima Suap Ratusan Juta untuk Masuk Fakultas Kedokteran

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:26 WIB

ISTRI BUPATI ANOM WIDIYANTORO TURUT DIJEMPUT KPK, BUNGKAM SAAT DITANYA AWAK MEDIA

Berita Terbaru

Opini

Ketika Pena Jurnalistik Menjadi Tongkat Pengabdian

Senin, 14 Sep 2026 - 06:27 WIB