Terima Audiensi Mahasiswa IPB, Bupati Parosil Dorong Lahirnya Generasi Penggerak Hilirisasi Kopi Lampung Barat

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lampung Barat , Serunting news.Id — Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, terus memperkuat komitmennya dalam membangun sektor kopi sebagai penggerak utama perekonomian daerah.

Salah satunya melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan potensi kopi dari hulu hingga hilir.

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Parosil Mabsus saat menerima audiensi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengikuti Program One Village One CEO (OVOC), di kediamannya, Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Rabu (1/7/2026).

Dalam audiensi tersebut, Parosil didampingi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Lampung Barat Nowo Wibawono serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Yudha Setiawan.

Bagi Bupati Parosil, kehadiran mahasiswa IPB di Lampung Barat bukan sekadar kegiatan akademik.

Lebih dari itu, menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem bisnis desa berbasis komoditas kopi.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyampaikan apresiasi kepada IPB University yang telah memilih Lampung Barat sebagai salah satu lokasi pembelajaran dalam pengembangan ekosistem bisnis desa berbasis kopi,” ujar Bupati Parosil.

Menurtnya, hal itu merupakan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.

Baca Juga :  Melak Putri Perkasa! Hajar Nyuatan 12-0 di Bupati Cup 2025

Parosil menjelaskan, Program One Village One CEO dirancang untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan di tingkat desa.

Melalui program tersebut, peserta dibekali pengetahuan mulai dari praktik budidaya yang baik, pengolahan pascapanen, pengembangan produk bernilai tambah, strategi pemasaran, hingga penguatan kelembagaan petani dan UMKM.

Menurut Parosil, konsep tersebut sangat relevan diterapkan di Lampung Barat karena hampir seluruh pekon memiliki potensi besar di sektor perkebunan kopi.

“Kita ingin setiap pekon memiliki generasi yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, mengelola potensi kopi secara profesional, serta mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan,” katanya.

Parosil menuturkan, Kabupaten Lampung Barat merupakan salah satu sentra utama penghasil kopi robusta di Indonesia. Dengan luas areal perkebunan lebih dari 54 ribu hektare dan produksi sekitar 63 ribu ton per tahun, sektor kopi menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 36 ribu kepala keluarga atau sekitar 70 persen rumah tangga petani.

Didukung kondisi geografis yang berada pada ketinggian 600 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut dengan tanah vulkanik yang subur, Kopi Robusta Lampung Barat memiliki karakter cita rasa khas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Meski demikian, Parosil mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan, mulai dari produktivitas tanaman yang belum optimal, banyaknya tanaman tua yang memerlukan peremajaan, hingga masih rendahnya nilai tambah karena sebagian besar kopi masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku.

Baca Juga :  Semarakkan HUT ASDP ke-53, ASDP Cabang Bakauheni Gelar Olympic Days dan Dukung Rangkaian Kegiatan dari Kantor Pusat*

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat saat ini terus mengarahkan pembangunan sektor perkebunan pada hilirisasi komoditas kopi agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Lampung Barat telah melaksanakan berbagai langkah strategis, di antaranya pengembangan varietas unggul lokal, pembangunan Sekolah Kopi, peningkatan kapasitas petani dan pelaku UMKM, pembangunan sarana pascapanen, hingga rencana pembangunan Museum Kopi sebagai bagian dari penguatan branding Lampung Barat sebagai “Surganya Penikmat Kopi.”

Parosil berharap mahasiswa IPB yang mengikuti Program OVOC dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan sekaligus membangun jejaring yang nantinya mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan sektor kopi di daerah.

“Pembangunan sektor kopi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan hingga masyarakat,” katanya.

“Saya optimistis melalui kerja sama yang kuat, kopi Lampung Barat akan semakin maju, memiliki nilai tambah yang tinggi, serta semakin dikenal di pasar dunia,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Pesisir Barat Matangkan Persiapan Penilaian RBI/Desa Tapis di Pekon Seray
Bupati Pesisir Barat Letakkan Batu Pertama Jembatan Gantung Way Pemerihan
Menelusuri Jejak Perjuangan Polisi Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Polda Lampung Bersama Jajaran Bagikan 6.500 Bendera Merah Putih Sambut HUT RI ke-81
Sebagai Wujud Nasionalisme dan Cinta Tanah Air Pemdes Merak Belantung Gelar Upacara HUT RI ke-81 dan Sepeda Santai
Bupati Radityo Egi Pratama Resmikan Ponpes dan SMP IT AlFatih di Sidomulyo 
Polisi, TNI, dan Satpol PP Kolaborasi Jaga Kamtibmas di Kalianda
Semarak HUT RI Ke-81 Pemdes Merak Belantung Gelar Jalan Sehat

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Pesisir Barat Matangkan Persiapan Penilaian RBI/Desa Tapis di Pekon Seray

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Bupati Pesisir Barat Letakkan Batu Pertama Jembatan Gantung Way Pemerihan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Menelusuri Jejak Perjuangan Polisi Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Polda Lampung Bersama Jajaran Bagikan 6.500 Bendera Merah Putih Sambut HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:40 WIB

Sebagai Wujud Nasionalisme dan Cinta Tanah Air Pemdes Merak Belantung Gelar Upacara HUT RI ke-81 dan Sepeda Santai

Berita Terbaru