Gunung Rajabasa Jadi Taruhan! Maturidi Minta Penengahan, Bakauheni dan Ketapang Perkuat Siaga Karhutla

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, Seruntingnews.id– Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah musim panas menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Bukan sekadar soal lahan terbakar, kebakaran yang tidak terkendali dikhawatirkan dapat merembet hingga kawasan hutan dan mengancam ekosistem Gunung Rajabasa.

Karena itu, masyarakat di tiga kecamatan, yakni Penengahan, Bakauheni dan Ketapang, diminta tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

Pesan tersebut dibeberkan dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pencegahan Karhutla yang melibatkan unsur TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, pemerintah kecamatan serta masyarakat. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Penengahan, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari kepala pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi menegaskan bahwa sosialisasi Karhutla harus benar-benar sampai kepada masyarakat. Ia meminta agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas penyampaian materi di tingkat kecamatan.

“Saya minta tolong betul, dengan adanya sosialisasi Karhutla bersama tim ini, agar apa yang disampaikan bisa tersampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat,” tegas Maturidi.

Menurutnya, salah satu kawasan yang harus menjadi perhatian bersama adalah Gunung Rajabasa.

“Yang perlu kita jaga adalah Gunung Rajabasa. Kalau Gunung Rajabasa ini terbakar, akhirnya kita akan repot,” ujarnya.

Maturidi berharap pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dapat meneruskan sosialisasi tersebut secara berkelanjutan.

Masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa pembakaran lahan tidak boleh dilakukan sembarangan dan dapat menimbulkan konsekuensi hukum apabila memenuhi unsur pelanggaran peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :  Pemerintah Kecamatan Kalianda Gelar Musrenbang Penyusunan RKPD Tahun 2027

Ia menilai pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan ketika api sudah membesar.

“Bagaimana caranya sosialisasi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa sampai kepada masyarakat, sehingga masyarakat memahami dan mengerti bahwa membakar lahan tidak dibenarkan,” tegasnya.

Sementara itu, saat ditanya awak media mengenai kesiapsiagaan di tingkat desa, Camat Penengahan Hermawan mengakui bahwa berdasarkan pengetahuannya, hingga saat ini belum terdapat kelompok khusus kesiapsiagaan Karhutla di tingkat desa di wilayah Kecamatan Penengahan.

Meski demikian, Hermawan menilai sosialisasi tersebut menjadi momentum penting untuk segera membangun sistem kesiapsiagaan dari tingkat kecamatan hingga desa.

“Ini momentum yang sangat bagus dan penting. Ada sosialisasi dari tim TNI-Polri, BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan dan masyarakat yang menjadi peserta hari ini,” kata Hermawan Camat.

Ia memastikan hasil kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti.

“Nantinya kita akan bergerak dan menindaklanjuti. Kita akan membentuk dan melakukan sosialisasi lagi kepada masyarakat untuk peduli terhadap Karhutla,” ujarnya.

Tidak hanya membentuk kesiapsiagaan, Hermawan juga mengatakan pihak kecamatan akan mengajak seluruh pemerintah desa untuk melakukan pemetaan wilayah yang dianggap rawan kebakaran.

Langkah tersebut dinilai penting agar potensi Karhutla dapat diketahui sejak awal sehingga penanganan dan pencegahan bisa dilakukan lebih cepat.

Senada dengan pemerintah kecamatan, Danramil 421-03/Penengahan Kapten Arm D. Lubis mengingatkan masyarakat di Kecamatan Penengahan, Bakauheni dan Ketapang agar meningkatkan kewaspadaan selama musim panas.

Baca Juga :  Sejalan dengan Program 15 Akselerasi Menteri, Imipas Berikan Bantuan Sosial bagi Tahanan

Ia secara khusus menyoroti kebiasaan masyarakat yang terkadang melakukan pembakaran sampah maupun jerami di sekitar lahan pertanian.

Menurutnya, apabila aktivitas tersebut dilakukan, api tidak boleh ditinggalkan begitu saja.

“Apabila ada pembakaran sampah dan jerami di lahan pertanian, harus ditunggui dan dijaga sampai api itu benar-benar sudah padam,” tegasnya.

Menurut D. Lubis, kelalaian kecil dapat berkembang menjadi persoalan besar apabila api merembet ke lahan kering maupun kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Jangan membakar sampah dan lahan sembarangan demi lingkungan dan kehutanan kita bersama,” imbaunya.

Sosialisasi Karhutla tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan bukan hanya tugas BPBD, Damkar, TNI maupun Polri. Pemerintah desa dan masyarakat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi sekaligus mencegah munculnya titik api.

Terlebih, kawasan Gunung Rajabasa memiliki nilai penting bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Dengan kondisi cuaca panas dan potensi lahan kering, kewaspadaan harus dibangun sejak dari tingkat rumah tangga, desa hingga kecamatan

Sebab ketika api sudah membesar, yang dipertaruhkan bukan hanya lahan tetapi lingkungan, hutan, keselamatan masyarakat, dan kawasan Gunung Rajabasa.

(Amr**)

Berita Terkait

Cekik Korban hingga Pingsan, Pelaku Pencurian di Rajabasa Regency Dibekuk Tekab 308
Sepak Terjang Spesialis Pencuri Rumah di Natar Berakhir, Ternyata Sudah Beraksi di 6 Lokasi berbeda
BPPRD Lamsel Gelar Rapat Penyusunan Target Proyeksi PAD dan Perubahan Perda Tahun Anggaran 2027
Dipergoki Warga, Balap Liar di Depan GOR Way Handak Dibubarkan Polisi, 8 Motor Diamankan
ASDP Siapkan KMP Portlink III, Perkuat Kesiapan Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni
Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
TIGA SANTRI LAMPUNG SELATAN DAPAT HADIAH UMRAH GRATIS DARI BUPATI EGI
Kapolda Lampung Sambangi DPRD, Kejati, dan Kodam XXI/Radin Inten, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Daerah

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:19 WIB

Cekik Korban hingga Pingsan, Pelaku Pencurian di Rajabasa Regency Dibekuk Tekab 308

Selasa, 3 November 2026 - 20:04 WIB

Sepak Terjang Spesialis Pencuri Rumah di Natar Berakhir, Ternyata Sudah Beraksi di 6 Lokasi berbeda

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Dipergoki Warga, Balap Liar di Depan GOR Way Handak Dibubarkan Polisi, 8 Motor Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:31 WIB

ASDP Siapkan KMP Portlink III, Perkuat Kesiapan Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Berita Terbaru