Lampung Selatan,Seruntingnews.id–Langkah konkret dalam mencegah dan mengantisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Hal itu ditandai dengan terjalinya sinergiatas antara
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI bersama Forkopimda Lampung Selatan dalam sebuah acara sosialisasi penyuluhan kesiapsiagaan pencegahan Karhutla di Aula Kantor Kecamatan Penengahan, Kamis (3/9/2026).
Hadirnya Tim pencegahan Karhutla Mabes TNI pusat melibatkan tiga matra, TNI AD, TNI AL, TNI AU.
Tim Penyuluh Karhutla dipimpin oleh Brigjen TNI Bangkit Rahmat Tri Widodo, M.Si.(Han), bersama sejumlah personel, di antaranya Kolonel Kav Demak Samuel Sianturi, S.E., Kolonel Heru, Kolonel Adm Muhammad Sukirno, Kolonel Laut Suhirto, Letkol Laut (PM) Arie Tiyanto, Budi Wardoyo, Kapten Inf Khaerudin, Kapten Inf Rahmat Hidayat, dan Kapten Inf Saefudin Priyanto.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga didampingi oleh Kapten Arm D. Lubis (Danramil 421-03/Pnh), Kapten Inf Edi Alpian (Pasi Ops Kodim 0421/LS), (Camat Penengahan Hermawan), Maturidi (Kepala BPBD Lampung Selatan Maturidi), (Kepala Damkar Lampung Selatan M. Sefri ), sekcam Bakauheni Alfanizar, dan sekcam Ketapang Elhayati, para kepala desa se kecamatan Penengahan serta tokoh masyarakat setempat sebagai garda terdepan dalam menjaga wilayah masing-masing dari potensi titik api.
Kolonel Kav Demak Samuel Sianturi mewakili ketua tim Pencegahan Karhutla Brigjen TNI Bangkit Rahmat Tri Widodo
dalam point sambutannya menyampaikan bahwa bencana Karhutlah sudah menjadi pembahasan nasional yang harus ditindak lanjuti dengan serius dengan melibatkan lintas sektoral.
“Kehadiran kami disini untuk memperkuat sinergi terkait pencegahan bencana Karhutla, semua itu jika dijalankan sesuai tugas dan fungsinya masing masing maka semuanya akan berjalan baik, Untuk siaga patroli pencegahan terjadinya kebakaran lahan, kita sudah lakukan siaga satu dengan berkolaborasi TNI-Polri. BPBD, Damkarmat, juga sudah, bahkan kalau perlu dari TNI AU bisa membantu dengan water bombing lewat udara, dan juga dari TNI AL,” terangnya.
Pihaknya meminta semua pihak (pemerintah kecamatan, kepala desa, tokoh masyarakat) dapat meneruskan edukasi sosialisasi pencegahan ke masyarakat.
Selanjutnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Maturidi menyampaikan surat edaran Bupati Lampung Selatan NO. 18 tahun 2026 tentang pencegahan kebakaran hutan dan sekaligus memberikan materi dan wawasan terkait Karhutla apa bila dilakukan tidak sesuai aturan berdampak sangsi hukum bagi pelaku.
Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif serta memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, langkah penanganan dini, hingga aspek hukum terkait pembakaran lahan secara liar.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah munculnya titik api sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, Sefri Masdian, mengatakan penyuluhan masyarakat peduli Karhutla yang digagas tim penyuluhan Mabes TNI merupakan salah satu bentuk sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah.
Menurut Sefri, kondisi yang dihadapi saat ini bukan hanya persoalan kebakaran, tetapi juga darurat kekeringan yang berpotensi menimbulkan berbagai dampak terhadap masyarakat.
“Penyuluhan masyarakat peduli Karhutla ini mutlak dilakukan. Ini merupakan salah satu bentuk sinergitas antara tingkat pusat dan daerah,” ujar Sefri.
Hermawan selaku camat Penengahan melalui media mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Kecamatan Penengahan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat Penengahan untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama dalam kondisi kemarau seperti saat ini,” Himbaunya
Melalui kegiatan ini, Tim Penyuluh Mabes TNI dan jajaran Forkopimda berharap dapat mempererat koordinasi antarinstansi dan memperkuat peran serta aktif masyarakat (Masyarakat Peduli Karhutla) demi mewujudkan wilayah Lampung Selatan yang aman dan bebas dari bahaya kebakaran hutan maupun lahan.
(***)











