TAPANULI SELATAN, Seruntingnews.id— Negara kembali membakar uang. Sebesar Rp199.578.000 anggaran APBD dihamburkan Dinas Pertanian Tapanuli Selatan untuk membangun “got beton” sepanjang 93 meter di Desa Panabari Hutatonga. Tanpa kajian, tanpa nalar, dan tanpa peduli keselamatan wilayah pertanian warga.
Proyek yang dikerjakan CV Andalas Baru Jaya ini dibangun dengan lebar hanya 80 cm dan tinggi 1 meter. Ironisnya, saluran itu dipaksa berdiri di tengah aliran sungai yang lebarnya hampir 4 meter dan memiliki 2 hulu: dari Gunung Hutaraja dan Gunung Panabari.
Itu ibarat memaksa air bah masuk ke lubang sedotan.
Bencana yang Sengaja Dibuat
Secara hitungan dasar saja proyek ini sudah gagal. Debit air dari hulu 5 kali lipat lebih besar dari kapasitas saluran. Saat hujan deras, penyumbatan dan peluapan adalah kepastian, bukan kemungkinan.
Yang lebih gila: sungai ini membelah tengah Desa Panabari Hutatonga dan berbatasan dengan Desa Hutaraja. Kedua desa ini sudah punya catatan banjir. Artinya, Dinas Pertanian bukan sedang membangun irigasi. Mereka sedang membangun bom waktu banjir untuk 2 desa.
Warga sudah berteriak dan memprotes sejak hari pertama. Jawabannya? Nihil. Protes dianggap angin lalu.
Lari Tanggung Jawab, Tutup Mulut
Saat dikonfirmasi, CV Andalas Baru Jaya kompak lempar batu:
“Langsung saja ke Dinas Pertanian bang.”
Giliran Dinas Pertanian Tapanuli Selatan? Bungkam total. Tidak ada penjelasan DED, tidak ada kajian teknis, tidak ada yang mau bertanggung jawab.
Pertanyaannya sederhana: Ada apa dengan Dinas Pertanian Tapsel?
Proyek asal jadi seperti ini lolos dari mana? Siapa yang tanda tangan? Siapa yang diuntungkan?
Amarah Warga: “Bongkar Saja!”
Bagi warga, proyek ini bukan solusi. Ini penghinaan.
“Ini irigasi gak ada gunanya. Kalau bisa dibongkar lah. Daripada nanti bikin rumah kami kebanjiran,” ketus salah satu warga.
Rp199 juta lebih. Uang rakyat. Hasilnya: tembok beton 93 meter yang tidak terhubung ke sawah petani manapun. Tidak ada pintu air. Tidak ada jaringan. Tidak ada manfaat. Yang ada hanya risiko.











