Pelajar di Lampung Selatan Ikuti Workshop Tari Tuping 12 Wajah “Sebagai Bagian Pelestarian Budaya”

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN, Seruntingnews.id Sebanyak 50 pelajar dari lima sekolah di Lampung Selatan mengikuti Workshop Tari Tuping 12 Wajah yang berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah sebagai penunjang seni budaya nasional.

Kegiatan dipusatkan di Aula SMA N 2 Kalianda dan Resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Intji Indriati, Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, dengan mengikut sertakan siswa dari SMPN 1 Kalianda, SMPN 1 Katibung, SMAN 1 Kalianda, SMAN 2 Kalianda, dan SMK Negeri 2 Kalianda.

Workshop ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya Yoga Pramana, SH dari Keratuan Darah Putih, yang membawakan materi tentang sejarah dan filosofi Tari Tuping 12 Wajah. Selain itu, materi koreografi disampaikan oleh Husin, SE, dengan pelatihan langsung oleh pelatih seni lokal Samsul Nasri.

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tari Tuping 12 Wajah merupakan kesenian khas Lampung yang sarat makna. Tarian ini tidak hanya menjadi simbol estetika, tetapi juga menggambarkan semangat perjuangan rakyat Lampung dalam merebut kemerdekaan. Keunikan wajah-wajah bertopeng (tuping) mencerminkan beragam karakter dan nilai kehidupan masyarakat Lampung.

Baca Juga :  BNNK Lampung Selatan Terima Penghargaan BNN RI Atas Dedikasi Kerja Nyata Pelayanan Rehabilitasi

“Tari Tuping adalah warisan budaya yang otentik dan original dari Lampung. Di dalamnya terkandung nilai sejarah, semangat perjuangan, serta identitas masyarakat Lampung yang harus terus dijaga,” ujar Yoga Pramana.

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Intji Indriati dan juga PLT Kepala Dinas Pariwisata Lampung Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini, yaitu dinas pariwisata dan Dinas Pendidikan

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Keratuan Darah Putih yang terus menjaga eksistensi Tari Tuping 12 Wajah. Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi budaya dan pendidikan bisa memperkuat identitas daerah,” ucapnya

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, seperti Sekretaris Dinas Pendidikan Lamsel Ahmad Cahyadi, PLT Kepala Dinas PPPA dr. Nanci, serta kepala sekolah dari lima sekolah peserta. Hadir pula perwakilan dari Dewan Kesenian Kabupaten Lampung Selatan (DKKLS).

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam pesannya yang disampaikan melalui Asisten Pemerintahan, menyatakan harapannya agar setiap sekolah memiliki minimal satu kesenian tradisional Lampung yang dibina dan dilestarikan secara konsisten.

Baca Juga :  Operasi Senyap Kalapas Kalianda: Razia Malam untuk Lapas yang Lebih Aman

“Kesenian tradisional yang hidup adalah kesenian yang diwariskan dan dijalankan oleh generasi muda. Mereka adalah pewaris sah budaya daerah kita. Pemkab akan memantapkan program Satu Sekolah Satu Kesenian Lampung sebagai bagian dari penguatan karakter dan pelestarian budaya,” ujar Bupati.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program unggulan Pemkab Lampung Selatan yaitu Agro Edu Wisata, di mana pelestarian budaya menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan destinasi wisata berbasis edukasi dan kearifan lokal.

Sebagai bentuk dukungan lintas sektor, kegiatan ini juga rencananya akan dihadiri oleh perwakilan Utusan Khusus Presiden (UKP) bidang Pariwisata, Zita Anjani, yang dijadwalkan hadir besok. Kehadirannya diharapkan dapat membawa perhatian nasional terhadap potensi budaya Lampung Selatan.

Melalui workshop ini, generasi muda Lampung Selatan tidak hanya belajar menari, tetapi juga menyelami filosofi dan nilai perjuangan yang terkandung dalam budaya lokal mereka. Ini merupakan langkah konkret dalam membangun karakter bangsa melalui pendidikan budaya.

“Pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah atau seniman, tapi tanggung jawab kita semua, terutama generasi muda,” pungkas Intji.

(Amr)

Berita Terkait

Safari Ramadan Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung Beri Ceramah kepada Ratusan WBP Lapas Kalianda
Tembus Rp3,04 Triliun! Investasi Lampung Selatan 2025 Over Target 115 Persen, Bukti Komitmen Bupati Radityo Egi Permudah Perizinan
Polisi Tangkap Pelaku Percobaan Pencurian dengan Kekerasan di Kantor Koperasi Natar
Target Investasi 2025 Kabupaten Lampung Selatan Tercapai: di Tahun 2026 Fokus Kembangkan Pariwisata
Partai Golkar Gelar Musyawarah Kecamatan,Target Dua Kursi Dapil I pada Pemilu 2029
Satlantas Polres Lampung Selatan Survei Jalur Lintas dan Buffer Zone Jelang Operasi Ketupat 2026
Berbagi di Bulan Penuh Berkah, Lapas Kalianda Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Sekitar
85 Miliar Lebih Anggaran Dinkes Lamsel 2025 Disorot, LSM PRO RAKYAT, BPK RI Harus Bongkar Dugaan Pengkondisian dan Kerugian Negara

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:29 WIB

Safari Ramadan Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung Beri Ceramah kepada Ratusan WBP Lapas Kalianda

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:26 WIB

Tembus Rp3,04 Triliun! Investasi Lampung Selatan 2025 Over Target 115 Persen, Bukti Komitmen Bupati Radityo Egi Permudah Perizinan

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:34 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Percobaan Pencurian dengan Kekerasan di Kantor Koperasi Natar

Senin, 23 Februari 2026 - 11:46 WIB

Partai Golkar Gelar Musyawarah Kecamatan,Target Dua Kursi Dapil I pada Pemilu 2029

Minggu, 22 Februari 2026 - 05:37 WIB

Satlantas Polres Lampung Selatan Survei Jalur Lintas dan Buffer Zone Jelang Operasi Ketupat 2026

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Tetap Fokus di Jalan Saat Puasa, Ini Kiat Aman dari Polda Lampung*

Selasa, 24 Feb 2026 - 21:58 WIB