Oligarki vs. Rakyat: Kejagung Diuji, Kasus PT. SGC Guncang Lampung  

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Seruntingnews.Id. – Suasana tegang membalut Gedung Kejaksaan Agung RI. Riuh ratusan demonstran dari aliansi LSM AKAR Lampung, PEMATANK, dan KRAMAT menggema, menuntut pengusutan tuntas skandal PT. Sugar Group Companies (SGC). Bukan demonstrasi biasa, ini adalah puncak kemarahan atas dugaan pelanggaran hukum yang telah berlarut-larut.

Bendera putih-hitam-hijau berkibar gagah, spanduk protes terbentang, dan tumpukan dokumen investigasi diserahkan langsung kepada pejabat Jampidsus Kejagung. Rabu (25/6/2025)

“Ini Bukan Sekadar Dugaan, Ini Skandal Negara!”

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indra Mustain, Ketua DPP AKAR Lampung, dengan lantang menyatakan, “Jangan tutupi Zachop Richard! Jangan lindungi SGC! Ini bukan kasus biasa, ini skandal! Ini pidana murni yang harus dibuka ke publik. Negara tidak boleh kalah oleh oligarki!”

Ia menuding keterlibatan Richard dalam dugaan suap ke Mahkamah Agung, menyebutnya sebagai pencemaran peradilan oleh uang dan kekuasaan. Namun, ini hanya sebagian kecil dari skandal yang jauh lebih besar.

Indra melanjutkan, “Temuan kami sangat mengejutkan: pengemplangan pajak triliunan rupiah, penguasaan lahan melebihi HGU, pembakaran tebu yang mencemari lingkungan, dan penyerobotan tanah adat serta rawa gambut. Ini bukan perkara sepele, ini skandal negara yang harus diungkap tuntas!”

Baca Juga :  Lomba Menembak Bhayangkara Polda Lampung 2025, Adu Ketangkasan Forkopimda hingga Kapolres*

“Bukan Tanah Mati, Tapi Sejarah dan Leluhur Kami!”

Suaidi Romli dari PEMATANK menambahkan kepiluan masyarakat adat, “Ini bukan hanya perampasan, tapi pelecehan terhadap peradaban! Bukan tanah mati yang mereka rebut, tapi tanah ulayat kami, termasuk makam leluhur. SGC menguasai, negara diam. Ini ketidakadilan yang tak bisa kami terima!”

Sando dari KRAMAT menuding adanya keterkaitan SGC dengan kekuatan politik lokal, “Jangan sampai hukum kita dikalahkan oleh uang! Jangan biarkan oligarki mempermainkan undang-undang! Kami menuntut keadilan dan transparansi!”

Tiga pimpinan aliansi menyerahkan dokumen investigasi kepada Bambang, pejabat Jampidsus Kejagung. Bambang menerima dokumen tersebut dengan janji akan menindaklanjuti. Namun, keraguan masih membayangi. Indra menegaskan, “Kami sudah terlalu sering dijanjikan. Skandal PT. SGC harus dibongkar total! Jangan ada kompromi, jangan ada titipan!”

Baca Juga :  Ketua TP-PKK Lampung Terpukau dengan Potensi Lokal Tubaba.

“SGC Bukan Hanya Aktor Ekonomi, Tapi Juga Politik!”

Sapriansyah, aktivis Lampung, mengungkap akar permasalahan yang lebih dalam, “Konflik lahan ini berlangsung bertahun-tahun, dengan kekerasan dan kriminalisasi warga yang tak pernah menyentuh SGC. SGC bukan hanya aktor ekonomi, tapi juga politik. Mereka penyokong kekuasaan, makanya kasus selalu kandas. Kami menantang Kejagung untuk membuktikan hukum masih berpihak pada keadilan!”

Di Tulang Bawang, ribuan hektar lahan telah berubah menjadi ladang tebu. Ingatan akan pohon-pohon tua yang ditebang dan nisan leluhur yang hilang masih menghantui warga. Mereka berharap, suatu hari keadilan akan berpihak pada mereka.

Aksi diakhiri dengan tekad untuk melanjutkan demonstrasi di depan Istana Negara, “Kami akan lanjutkan orasi di depan Istana Negara agar Presiden Prabowo, sebagai macan Asia, menegakkan keadilan di Lampung!” seru Indra, disambut sorak ratusan massa. Kini, bola ada di tangan Kejagung: akan memilih keadilan atau tunduk pada oligarki? (Red)

Berita Terkait

KPK Gelar OTT di Jakarta Utara, 8 Orang Diamankan Terkait Suap Pengurangan Pajak
Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan
Jelang Nataru 2025–2026, Polri Intensifkan Patroli Dialogis Amankan Gereja dan Objek Vital
Gerak Cepat Kemanusiaan: Muhammadiyah Lampung Kerahkan 33 Relawan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera Barat
LSM PRO RAKYAT Laporkan Kasus PT Lampung Energi Berjaya ke Presiden dan Kejaksaan Agung RI : Kejati Lampung Dinilai Tidak Mampu dan Tidak Profesional
Pimpinan KPK dan Penggiat Anti Korupsi Kompak : Peluang Semua Anggota DPR Komisi XI 2019-2024 terseret Kasus Skandal CSR BI-OJK.
Kapolda Lampung Buka Ujian Sabuk Hitam Karate Inkanas Regional Zona I 2025*
OTT KPK: Bupati Lamteng Tertangkap dalam Operasi Senyap  

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:12 WIB

KPK Gelar OTT di Jakarta Utara, 8 Orang Diamankan Terkait Suap Pengurangan Pajak

Kamis, 25 Desember 2025 - 07:41 WIB

Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 18:58 WIB

Jelang Nataru 2025–2026, Polri Intensifkan Patroli Dialogis Amankan Gereja dan Objek Vital

Selasa, 16 Desember 2025 - 17:59 WIB

Gerak Cepat Kemanusiaan: Muhammadiyah Lampung Kerahkan 33 Relawan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera Barat

Selasa, 16 Desember 2025 - 17:09 WIB

LSM PRO RAKYAT Laporkan Kasus PT Lampung Energi Berjaya ke Presiden dan Kejaksaan Agung RI : Kejati Lampung Dinilai Tidak Mampu dan Tidak Profesional

Berita Terbaru