Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Bimtek Aparatur Desa

- Jurnalis

Jumat, 11 Juli 2025 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu, Seruntingnews.Id. – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi Aparatur Desa serta Studi Tiru Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2024. Kedua tersangka, TH, seorang ASN Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (PMP) Kabupaten Pringsewu, dan ES, seorang swasta yang menjabat Kepala Perwakilan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Negara (LPPAN) Provinsi Lampung, ditetapkan berdasarkan dua alat bukti yang sah.

Kajari Pringsewu, R. Wisnu Bagus Wicaksono, SH., M.Hum., menjelaskan penetapan tersangka dilakukan pada Jumat, 11 Juli 2025, pukul 14.00 WIB. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 junto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Wamen Kebudayaan dan DPD RI Apresiasi Pringsewu Cultural Festival 2025

ES diduga aktif menawarkan kegiatan Bimtek kepada TH, melakukan mark-up biaya, dan memalsukan dokumen biaya transportasi dan akomodasi. Keduanya diduga bersama-sama menginstruksikan seluruh Kepala Pekon untuk mengikuti Bimtek di Jawa Barat selama empat hari tiga malam (14-17 Oktober 2024) dengan biaya Rp13.000.000,- per peserta (Rp11.000.000,- untuk LPPAN, Rp2.000.000,- untuk peserta). TH diduga mengarahkan Kepala Pekon untuk menganggarkan biaya Bimtek dalam APBDes Perubahan TA 2024, bahkan menginstruksikan perubahan APBDes setelah Bimtek selesai.

Kedua tersangka ditahan di Rutan Kelas I Bandarlampung selama 20 hari terhitung sejak 11 Juli 2025. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1.000.000.000,-, sementara Kejari Pringsewu telah menyita Rp835.400.000,-. Penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain dan memulihkan kerugian negara secara maksimal. Kejari Pringsewu menghimbau seluruh pihak terkait untuk kooperatif, (BST)

Berita Terkait

Bambang Hartono Kembali Terpilih sebagai Ketua FKWKP Periode 2026–2029
BUPATI PRINGSEWU RESMIKAN MUSHOLA AL-IKHLAS SUKOHARJO
Terjerat Kasus Narkoba, Guru SD PPPK Pringsewu Terancam Pemecatan Tidak Hormat
Umi Laila Buka Rakercab XI Gerakan Pramuka Pringsewu
Penusukan Pedagang di Pasar Sarinongko Pringsewu, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati
Hari Anti Korupsi: Kejari Pringsewu Tangkap Tersangka, Dana Eks PNPM Rp970 Juta Hilang Tanpa Jejak
JPU Kejari Pringsewu Bacakan Dakwaan Perkara Tipikor Pengelolaan APBPekon Pekon Sukoharjo III Barat TA 2023
SMK Muhammadiyah 1 Pringsewu Putus Kontrak Secara Sepihak, Kontraktor Klaim Rugi Puluhan Juta

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:39 WIB

Bambang Hartono Kembali Terpilih sebagai Ketua FKWKP Periode 2026–2029

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:18 WIB

BUPATI PRINGSEWU RESMIKAN MUSHOLA AL-IKHLAS SUKOHARJO

Minggu, 1 Februari 2026 - 02:56 WIB

Terjerat Kasus Narkoba, Guru SD PPPK Pringsewu Terancam Pemecatan Tidak Hormat

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:50 WIB

Umi Laila Buka Rakercab XI Gerakan Pramuka Pringsewu

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:43 WIB

Penusukan Pedagang di Pasar Sarinongko Pringsewu, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Tetap Fokus di Jalan Saat Puasa, Ini Kiat Aman dari Polda Lampung*

Selasa, 24 Feb 2026 - 21:58 WIB