JJAA Turun Langsung Edukasi Peternak, 2.124 Ternak Sidomulyo Dapat Layanan Kesehatan

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, 4 Februari 2026,Seruntingnews.id–PT Juang Jaya Abdi Alam (JJAA) bersama Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan dan Dinas Peternakan Provinsi Lampung turun langsung ke kandang-kandang warga di Kecamatan Sidomulyo. Melalui program edukasi dan layanan kesehatan ternak, ribuan sapi dan kerbau milik peternak rakyat mendapatkan pemeriksaan, vaksinasi, serta pendampingan teknis secara langsung di lapangan.

 

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) JJAA tersebut dilakukan dengan metode door to door. Tim kesehatan hewan memeriksa kondisi fisik ternak, mengukur suhu tubuh, memberikan vaksin, obat cacing, serta mencatat kondisi kesehatan setiap hewan.

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tak hanya tindakan medis, para peternak juga mendapatkan penyuluhan mengenai sanitasi kandang, manajemen pakan, hingga deteksi dini penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) yang berpotensi menurunkan produktivitas ternak.

 

Berdasarkan data perusahaan, hingga akhir 2025 sebanyak 2.124 ekor sapi dan kerbau milik warga di 10 desa wilayah Kecamatan Sidomulyo telah memperoleh layanan vaksinasi dan pendampingan kesehatan ternak secara rutin melalui program tersebut.

 

General Affair dan Koordinator Kegiatan CSR JJAA, David Mulyana, menjelaskan bahwa pendekatan langsung di lapangan dipilih agar materi edukasi dapat lebih mudah dipahami dan segera diterapkan oleh peternak.

 

“Kami ingin peternak tidak hanya menerima teori, tetapi langsung mempraktikkannya di kandang masing-masing. Dengan pencegahan sejak dini, risiko penyakit bisa ditekan dan produktivitas ternak tetap terjaga,” ujarnya.

 

Sementara itu, perwakilan Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan menilai kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah ini membantu memperluas jangkauan pengendalian penyakit ternak hingga ke tingkat desa. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan saat wabah telah menyebar.

Baca Juga :  Penutupan Rehabilitasi Sosial Lapas Kalianda: Wujudkan Pemasyarakatan yang Bersih dari Narkoba

 

Salah satu peternak setempat, Subagio, mengaku merasakan manfaat langsung dari pemeriksaan rutin tersebut.

 

“Kalau dulu harus menunggu petugas cukup lama, sekarang ternak kami diperiksa secara rutin. Kami jadi lebih tenang dan tahu kondisi ternak,” katanya.

 

Program CSR kesehatan ternak JJAA telah berjalan sejak 2021 dan dilaksanakan dua kali setiap tahun. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan peternakan rakyat, pengendalian penyakit hewan menular, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

 

(Amr**)

JJAA Turun Langsung Edukasi Peternak,
2.124 Ternak Sidomulyo Dapat Layanan Kesehatan

Lampung Selatan, 4 Februari 2026,
Seruntingnews.id–
PT Juang Jaya Abdi Alam (JJAA) bersama Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan dan Dinas Peternakan Provinsi Lampung turun langsung ke kandang-kandang warga di Kecamatan Sidomulyo. Melalui program edukasi dan layanan kesehatan ternak, ribuan sapi dan kerbau milik peternak rakyat mendapatkan pemeriksaan, vaksinasi, serta pendampingan teknis secara langsung di lapangan.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) JJAA tersebut dilakukan dengan metode door to door. Tim kesehatan hewan memeriksa kondisi fisik ternak, mengukur suhu tubuh, memberikan vaksin, obat cacing, serta mencatat kondisi kesehatan setiap hewan.

Tak hanya tindakan medis, para peternak juga mendapatkan penyuluhan mengenai sanitasi kandang, manajemen pakan, hingga deteksi dini penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) yang berpotensi menurunkan produktivitas ternak.

Baca Juga :  Camat Kalianda Hadiri Soft Opening Cam Almira Hotel, Dukung Pengembangan Pariwisata Daerah

Berdasarkan data perusahaan, hingga akhir 2025 sebanyak 2.124 ekor sapi dan kerbau milik warga di 10 desa wilayah Kecamatan Sidomulyo telah memperoleh layanan vaksinasi dan pendampingan kesehatan ternak secara rutin melalui program tersebut.

General Affair dan Koordinator Kegiatan CSR JJAA, David Mulyana, menjelaskan bahwa pendekatan langsung di lapangan dipilih agar materi edukasi dapat lebih mudah dipahami dan segera diterapkan oleh peternak.

“Kami ingin peternak tidak hanya menerima teori, tetapi langsung mempraktikkannya di kandang masing-masing. Dengan pencegahan sejak dini, risiko penyakit bisa ditekan dan produktivitas ternak tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan menilai kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah ini membantu memperluas jangkauan pengendalian penyakit ternak hingga ke tingkat desa. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan saat wabah telah menyebar.

Salah satu peternak setempat, Subagio, mengaku merasakan manfaat langsung dari pemeriksaan rutin tersebut.

“Kalau dulu harus menunggu petugas cukup lama, sekarang ternak kami diperiksa secara rutin. Kami jadi lebih tenang dan tahu kondisi ternak,” katanya.

Program CSR kesehatan ternak JJAA telah berjalan sejak 2021 dan dilaksanakan dua kali setiap tahun. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan peternakan rakyat, pengendalian penyakit hewan menular, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

(Amr**)

Berita Terkait

Zero Tolerance! Lapas Kalianda Gandeng Tentara Nasional Indonesia dan Badan Narkotika Nasional Pastikan Lingkungan Steril
Lapas Kalianda Terima Kunjungan PLH Kakanwil Ditjenpas Lampung, Perkuat Pelaksanaan Tugas Pemasyarakatan
Bulog Siapkan 700 Ton Beras Bantuan Pangan, Segera Disalurkan Untuk Warga Lampung Selatan
LSM PRO RAKYAT, Longsor Gunung Rajabasa “Alarm Keras”, Pemerintah Harus Tegas Sebelum Timbul Korban dan Kerugian
Dari Balik Jeruji ke Etalase Publik: Karya WBP Lapas Kalianda Tampil di Lounge Imigrasi
MOU Pendampingan Kejari Bukan Perlindungan, LSM PRO RAKYAT Ingatkan MOU Kejari–Pemkab Lamsel Bukan Tameng Untuk Korupsi
Arus Balik Lebaran Terkendali, 60 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa dari Sumatera
Perkuat Layanan Arus Balik, ASDP Jaga Perjalanan Pemudik Tetap Aman dan Nyaman

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 04:33 WIB

Lapas Kalianda Terima Kunjungan PLH Kakanwil Ditjenpas Lampung, Perkuat Pelaksanaan Tugas Pemasyarakatan

Kamis, 2 April 2026 - 19:12 WIB

Bulog Siapkan 700 Ton Beras Bantuan Pangan, Segera Disalurkan Untuk Warga Lampung Selatan

Rabu, 1 April 2026 - 17:13 WIB

LSM PRO RAKYAT, Longsor Gunung Rajabasa “Alarm Keras”, Pemerintah Harus Tegas Sebelum Timbul Korban dan Kerugian

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:37 WIB

Dari Balik Jeruji ke Etalase Publik: Karya WBP Lapas Kalianda Tampil di Lounge Imigrasi

Senin, 30 Maret 2026 - 05:43 WIB

MOU Pendampingan Kejari Bukan Perlindungan, LSM PRO RAKYAT Ingatkan MOU Kejari–Pemkab Lamsel Bukan Tameng Untuk Korupsi

Berita Terbaru