Lampung Terancam Krisis BBM Bersubsidi: Biosolar Habis 24 November, Pertalite 18 Desember  

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKBETUNG, Serunting News.Id — Rapat koordinasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di Ruang Sakai Sambayan Kantor Gubernur Lampung, Senin pagi, 12 Oktober 2026, mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan. Provinsi Lampung diprediksi akan kehabisan kuota BBM Bersubsidi jauh sebelum tahun berakhir, Senin (12/10/2026).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menyampaikan bahwa kuota Biosolar diprediksi akan habis pada 24 November 2026, sedangkan Pertalite diperkirakan habis pada 18 Desember 2026. Jika pemerintah pusat tidak segera memberikan tambahan kuota atau relaksasi, kondisi ini akan berdampak serius bagi masyarakat.

Baca Juga :  POLEMIK SGC, RIBUAN MASSA AKSI SIAP KEPUNG PEMPROV LAMPUNG DAN KEMEN ATR JAKARTA

Jenis BBM Kuota Tahunan Prediksi Habis

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biosolar 790.961 Kiloliter 24 November 2026

Pertalite 695.210 Kiloliter 18 Desember 2026

Budhi menjelaskan, konsumsi BBM Bersubsidi di Lampung secara keseluruhan mengalami peningkatan sekitar 6,8 persen. Kondisi ini yang memicu kuota terancam lebih cepat habis. Jika tidak ada penambahan kuota, Pertamina berpotensi terpaksa mengurangi alokasi penyaluran harian ke sejumlah SPBU.

“Kita tetap berharap ada tambahan kuota atau relaksasi. Kalau tidak ada, Pertamina harus menurunkan kuota hariannya. Tentu saja itu akan mengakibatkan antrian semakin panjang,” ungkap Budhi.

Baca Juga :  Gelar Aksi "Lampung Tarik Mandat", Ratusan Mahasiswa Kepung Kantor Pemprov dan DPRD Lampung

Saat ini penyaluran BBM Bersubsidi masih berjalan normal. Pertamina Patra Niaga terus menunggu instruksi dari pemerintah pusat terkait kemungkinan penambahan kuota atau pengurangan distribusi harian.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan Pertamina, Hiswana Migas, pengelola SPBU, pihak Kepolisian, DPRD Provinsi Lampung, serta perangkat daerah terkait. Pemprov Lampung mendesak pemerintah pusat segera memberikan kepastian agar pasokan BBM Bersubsidi bagi masyarakat Lampung tetap terjaga hingga akhir tahun.

“Dengan adanya kepastian, Pemprov dan Pertamina dapat bersama-sama mengantisipasi risiko kekurangan pasokan sekaligus menjaga kelancaran distribusi BBM Bersubsidi hingga akhir tahun,” tegas Budhi. (Dd)

 

Berita Terkait

Proyek Puluhan Miliar Tapi Minim Rambu Pengaman, LSM PRO RAKYAT menegaskan Gubernur Lampung Harus Peduli
Ditemukan Titik Panas, DLH Lampung Segel Area Perkebunan PT Sweet Indo Lampung di Tulang Bawang
Gubernur Mirza Resmi Copot dr. Imam Ghozali dari Direktur RSUDAM, Lukman Pura Kembali Sebagai Plt  
Kabar Pencopotan Direktur RSUDAM Mencuat, Kepastian Menunggu Pelantikan Siang Ini
Gubernur Mirza Terima Penghargaan KPK, Wagub Jihan Raih Apresiasi BSSN  
Tanda Tanya di Balik Kasus PT. LEB, LSM PRO RAKYAT Minta Kejaksaan Gali Peran Sekda dan Pimpinan DPRD Lampung
Terima Audiensi Lamban Sastra, Wagub Jihan Dukung Sinergi Bangun Ekosistem Sastra Lampung
Pemenuhi Panggilan Kedua, Mantan Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari Datangi Polda Lampung

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Lampung Terancam Krisis BBM Bersubsidi: Biosolar Habis 24 November, Pertalite 18 Desember  

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Proyek Puluhan Miliar Tapi Minim Rambu Pengaman, LSM PRO RAKYAT menegaskan Gubernur Lampung Harus Peduli

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Ditemukan Titik Panas, DLH Lampung Segel Area Perkebunan PT Sweet Indo Lampung di Tulang Bawang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Gubernur Mirza Resmi Copot dr. Imam Ghozali dari Direktur RSUDAM, Lukman Pura Kembali Sebagai Plt  

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Kabar Pencopotan Direktur RSUDAM Mencuat, Kepastian Menunggu Pelantikan Siang Ini

Berita Terbaru