TELUKBETUNG, Serunting News.Id — Rapat koordinasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di Ruang Sakai Sambayan Kantor Gubernur Lampung, Senin pagi, 12 Oktober 2026, mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan. Provinsi Lampung diprediksi akan kehabisan kuota BBM Bersubsidi jauh sebelum tahun berakhir, Senin (12/10/2026).
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menyampaikan bahwa kuota Biosolar diprediksi akan habis pada 24 November 2026, sedangkan Pertalite diperkirakan habis pada 18 Desember 2026. Jika pemerintah pusat tidak segera memberikan tambahan kuota atau relaksasi, kondisi ini akan berdampak serius bagi masyarakat.
Jenis BBM Kuota Tahunan Prediksi Habis
Biosolar 790.961 Kiloliter 24 November 2026
Pertalite 695.210 Kiloliter 18 Desember 2026
Budhi menjelaskan, konsumsi BBM Bersubsidi di Lampung secara keseluruhan mengalami peningkatan sekitar 6,8 persen. Kondisi ini yang memicu kuota terancam lebih cepat habis. Jika tidak ada penambahan kuota, Pertamina berpotensi terpaksa mengurangi alokasi penyaluran harian ke sejumlah SPBU.
“Kita tetap berharap ada tambahan kuota atau relaksasi. Kalau tidak ada, Pertamina harus menurunkan kuota hariannya. Tentu saja itu akan mengakibatkan antrian semakin panjang,” ungkap Budhi.
Saat ini penyaluran BBM Bersubsidi masih berjalan normal. Pertamina Patra Niaga terus menunggu instruksi dari pemerintah pusat terkait kemungkinan penambahan kuota atau pengurangan distribusi harian.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan Pertamina, Hiswana Migas, pengelola SPBU, pihak Kepolisian, DPRD Provinsi Lampung, serta perangkat daerah terkait. Pemprov Lampung mendesak pemerintah pusat segera memberikan kepastian agar pasokan BBM Bersubsidi bagi masyarakat Lampung tetap terjaga hingga akhir tahun.
“Dengan adanya kepastian, Pemprov dan Pertamina dapat bersama-sama mengantisipasi risiko kekurangan pasokan sekaligus menjaga kelancaran distribusi BBM Bersubsidi hingga akhir tahun,” tegas Budhi. (Dd)











