Peringsewu Seruntingnew id. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Pandansurat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, kini tengah menjadi sorotan tajam dari para wali murid.
Hal ini dipicu oleh pembagian paket makanan yang dinilai sangat minim dan tidak mencerminkan standar gizi maupun anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.
Sejumlah orang tua siswa melaporkan bahwa menu yang diterima anak-anak mereka hanya terdiri dari satu buah roti, satu kotak susu, dan selembar tisu.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam karena jauh dari harapan akan menu makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan sebagaimana tujuan awal program nasional ini
Paket yang hanya berisi roti dan susu dianggap tidak mengenyangkan dan kurang memenuhi unsur gizi seimbang untuk pertumbuhan anak sekolah.
Jika mengacu pada informasi Badan Gizi Nasional (BGN), anggaran bahan baku MBG berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000. Wali murid menilai harga pasar untuk roti dan susu tersebut tidak mencapai nilai anggaran yang dialokasikan.
Kejadian ini menambah daftar panjang kritik terhadap kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Lampung.
Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat diharapkan segera memberikan klarifikasi serta melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia atau mitra SPPG yang bertanggung jawab atas distribusi di wilayah Pandansurat
Masyarakat mendesak agar ada pengawasan lebih ketat agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia dan anak-anak benar-benar mendapatkan hak gizi mereka.
Program MBG di Pringsewu sendiri secara resmi telah menyasar ribuan penerima manfaat sejak awal tahun 2025, termasuk siswa SD, SMP, hingga ibu hamil. Namun, efektivitas dan kualitas eksekusi di lapangan kini dipertanyakan akibat temuan menu yang dinilai “asal-asalan” ini.(*)
Editor : Azam











