Lampung Selatan, Seruntingnews.id— Ketua Lembaga Nata Bangsa, Ir. Toto Priyana, M.M., menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam memperkuat pariwisata serta ekonomi kreatif di Lampung Selatan.
Hal ini sejalan dengan program yang dijalankan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, S.T., M.B.A., yang menekankan konsep agro-eduwisata sebagai kekuatan utama daerah.
Menurut Toto Priyana, kekuatan Lampung Selatan terletak pada perpaduan potensi pertanian, pendidikan, dan pariwisata.
“Pak Bupati tepat sekali. Lampung Selatan kuat di agro dan edukasi. Bila dikembangkan bersama menjadi agro-eduwisata, ini bukan hanya soal destinasi wisata, tapi juga membangun kesadaran masyarakat akan potensi ekonomi lokal,” ujarnya.
Toto menjelaskan bahwa Bupati Radityo Egi Pratama, S.T., M.B.A., selalu menekankan pentingnya pentahelix — sinergi lima unsur: pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.
“Di sini peran media sangat penting. Media menyuarakan aspirasi, mengedukasi publik, dan mendorong kemajuan pembangunan. Media menjadi pionir yang menggerakkan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, media sebaiknya menjalankan perannya dengan proporsi yang seimbang: 80 persen menyuarakan pembangunan dan pendidikan bangsa, serta 20 persen menyampaikan kritik dan saran konstruktif.
“Media bukan hanya pemberita, tapi mitra strategis pembangunan. Kritik penting, tapi yang utama adalah memberi pencerahan dan semangat kemajuan,” tegasnya.
Sebagai tokoh pendidikan yang lima tahun mengelola SMA Kebangsaan dan Universitas Indonesia Mandiri (UIM), Toto menyampaikan kebanggaannya.
“Saat ini siswa SMA Kebangsaan berasal dari 29 provinsi, dari Aceh sampai Papua. Bahkan ada mahasiswa Timor Leste yang belajar di Lampung Selatan. Ini menunjukkan bahwa Lampung Selatan menjadi pusat edukasi dan potensi besar yang harus kita kembangkan bersama,” ujarnya.
Ia juga mendukung program Bupati yang menekankan lima aspek utama pariwisata, mulai dari keamanan, kenyamanan, hingga daya tarik wisata.
“Setelah aman dan nyaman, wisatawan akan betah jika dilayani dengan ramah dan fasilitas memadai. Kalau mereka betah, mereka pulang membawa oleh-oleh khas Lampung Selatan, yang langsung menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Inovasi juga menjadi kunci agar wisatawan ingin kembali.
“Perlu ide-ide baru yang membuat mereka ingin tinggal lebih lama. Misalnya menggabungkan wisata alam, edukasi, dan budaya lokal. Dengan kolaborasi yang baik, Lampung Selatan bisa menjadi destinasi yang nyaman dan berkesan,” pungkas Toto Priyana.
(Amr)












