Gunung Agung — Aula Tiyuh Tunas Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Selasa (7/1/2026), kembali menjadi ruang temu antara kebijakan dan realitas warga. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Pemerintah Daerah menyalurkan beasiswa pendidikan dan program pencegahan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
Program ini menyasar 26 anak SD dan SMP penerima beasiswa serta 38 warga penerima manfaat program stunting. Di satu sisi, langkah ini patut diapresiasi sebagai bentuk kehadiran negara dan lembaga zakat di tengah masyarakat. Di sisi lain, angka tersebut juga menjadi pengingat bahwa persoalan pendidikan dan stunting masih membutuhkan perhatian yang lebih luas dan berkelanjutan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Tubaba, H. Purwanto, didampingi Wakil Ketua H. Supriyanto Hadi, serta dihadiri Kepala Dinas PPKB Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan keseriusan dalam menangani isu strategis daerah, terutama menyangkut kualitas generasi masa depan.
Dalam sambutannya, H. Purwanto menegaskan pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang amanah dan tepat sasaran. Pesan ini relevan dengan harapan publik agar setiap program sosial tidak berhenti pada seremoni, melainkan memiliki dampak yang dapat dirasakan secara nyata dan terukur.
BAZNAS Tubaba juga menyampaikan edukasi literasi ZIS kepada masyarakat yang hadir. Edukasi ini menjadi bagian penting agar warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memahami mekanisme, tujuan, serta nilai keberlanjutan dari program zakat itu sendiri.
Catatan yang mengemuka dari kegiatan ini adalah pentingnya pendampingan lanjutan dan evaluasi berkala. Beasiswa dan bantuan stunting akan lebih bermakna jika dibarengi pemantauan rutin, pembaruan data penerima, serta keterbukaan informasi kepada publik.
Dari Tiyuh Tunas Jaya, pesan warga cukup jelas: bantuan yang hadir hari ini diharapkan menjadi program yang terus tumbuh, bukan sekadar agenda tahunan. Sebab masa depan anak-anak dan kesehatan keluarga tidak bisa ditopang oleh langkah sesaat, melainkan oleh komitmen yang konsisten.
![]()
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi












