Banjir Bandang di Dusun Suka Damai: Kegagalan Sistemik dan Tanggung Jawab yang Hilang

- Jurnalis

Minggu, 6 Juli 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran, Lampung, Serunting news .Id. – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pesawaran sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 5 Juli 2025, mengakibatkan banjir bandang yang melanda Dusun Suka Damai, Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau. Bencana ini bukan sekadar peristiwa alam, melainkan cerminan dari kegagalan sistemik dalam pengelolaan lingkungan dan respon pemerintah yang lamban dan tidak memadai. Puluhan rumah warga terendam air, lumpur, dan sampah, menenggelamkan harta benda dan menimbulkan trauma mendalam bagi penduduk setempat, Minggu, (6/7/2025)

Banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan kepanikan di Dusun Suka Damai. Air bah yang deras menggenangi rumah-rumah warga dengan cepat, menyisakan lumpur dan sampah yang menumpuk hingga setinggi lutut orang dewasa di beberapa titik. Warga berjuang menyelamatkan barang-barang berharga mereka di tengah derasnya hujan dan arus air yang deras. Tidak ada posko darurat yang tersedia, dan warga hanya mengandalkan kekuatan sendiri untuk menghadapi bencana ini.

Seorang warga, yang meminta namanya dirahasiakan, menceritakan pengalamannya, “Air datang begitu cepat. Kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Ini bukan kali pertama banjir terjadi, tetapi pemerintah seolah-olah tutup mata.” Pernyataan ini merefleksikan kekecewaan dan keputusasaan warga yang telah berulang kali mengalami bencana serupa tanpa solusi yang berarti.

Kejadian ini kembali menyoroti buruknya infrastruktur dan sistem mitigasi bencana di Dusun Suka Damai. Sistem drainase yang tidak memadai dan saluran air yang tersumbat menjadi penyebab utama genangan air yang cepat meluap. Kurangnya perawatan saluran air dan minimnya upaya pencegahan banjir selama ini menunjukkan kurangnya perhatian dari pemerintah daerah.

Selain itu, respon pemerintah terhadap bencana ini sangat lambat dan tidak terkoordinasi. Saat warga berjuang melawan banjir, tidak terlihat adanya bantuan dari pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten. Kepala Desa dan Camat Way Khilau dilaporkan tidak berada di lokasi kejadian, sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkesan menunggu laporan resmi dari desa sebelum mengambil tindakan.

Sendi Yulizar, S.H., Bendahara DPP YLPK Perari, mengkritik keras pemerintah atas kegagalannya dalam mengelola bencana ini. “Kita tidak bisa terus menyalahkan alam,” ujarnya. “Pemerintah seharusnya sudah mengantisipasi titik rawan banjir ini. Kegagalan ini menunjukkan kurangnya tanggung jawab dan prioritas yang salah dalam pengelolaan anggaran.”

Baca Juga :  Bupati Nanda Indira Hadiri Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Masyayeikh di Desa Gerning

Hal senada diungkapkan oleh Buyung E., aktivis sosial yang selama ini aktif mengawal isu-isu kemanusiaan dan lingkungan. Ia mencurigai adanya penyelewengan anggaran yang menyebabkan pemerintah abai terhadap kebutuhan dasar warga. “Jangan-jangan, musibah ini justru dijadikan alasan untuk proyek baru demi menyedot anggaran,” tukasnya.

YLPK Perari dan jaringan media peduli rakyat menyerukan kepada Komisi II dan Komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran untuk segera turun ke lapangan dan menyelidiki penyebab banjir bandang ini. Mereka juga mendesak agar dilakukan audit anggaran untuk memastikan dana yang dialokasikan untuk penanggulangan bencana digunakan secara efektif dan transparan.

Dinas PUPR, BPBD, Dinas Desa, dan seluruh instansi terkait harus bertanggung jawab atas kegagalan dalam mencegah dan menangani bencana ini. Banjir bukanlah sekadar peristiwa alam, tetapi juga cerminan dari buruknya tata kelola pemerintahan yang mengabaikan keselamatan dan kesejahteraan rakyat.
Harapannya, kejadian ini menjadi momentum untuk reformasi sistemik dalam pengelolaan bencana dan peningkatan akuntabilitas pemerintah. Air akan surut, tetapi ingatan publik atas kegagalan ini akan tetap terpatri, (Alioni).

Berita Terkait

DPD LSM GPHKN Pesawaran Gelar Malam Tahun Baru Ketiga, Sampaikan Arah Kerja Tahun 2026
Pemerintah Desa Padang Cermin Sukses Salurkan BLT Kesra 2025, Ratusan KPM Rasakan Manfaatnya  
Nanda Indira Bupati pesawaran di periksa penyidik Kejati Lampung selama13 jam terkait kasus suami nya Dendi Ramadona.
Kejati Lampung Sita Aset Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Terkait Kasus Korupsi DAK Air Minum 2022
Dana BUMDes Sukaraja Menguap? Proyek Puyuh dan Jagung Jadi Sorotan, Warga Tuntut Transparansi  
Puncak Ringgung Pesawaran jadi tempat pembuangan limbah kimia berbahaya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Mantan Anggota DPRD Pesawaran Segera Jadi Tersangka setatus naik ke penyidikan
7 Wisata di Pesawaran yang Jangan Dilewatkan, Wajib Dikunjungi!

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 05:39 WIB

DPD LSM GPHKN Pesawaran Gelar Malam Tahun Baru Ketiga, Sampaikan Arah Kerja Tahun 2026

Selasa, 30 Desember 2025 - 19:52 WIB

Pemerintah Desa Padang Cermin Sukses Salurkan BLT Kesra 2025, Ratusan KPM Rasakan Manfaatnya  

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:51 WIB

Nanda Indira Bupati pesawaran di periksa penyidik Kejati Lampung selama13 jam terkait kasus suami nya Dendi Ramadona.

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:52 WIB

Kejati Lampung Sita Aset Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Terkait Kasus Korupsi DAK Air Minum 2022

Selasa, 28 Oktober 2025 - 19:31 WIB

Dana BUMDes Sukaraja Menguap? Proyek Puyuh dan Jagung Jadi Sorotan, Warga Tuntut Transparansi  

Berita Terbaru