Tubaba, Seruntingnews.Id – Datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat tali persaudaraan dan menjaga kerukunan di tengah perbedaan waktu awal puasa.
Ketua PDM Tubaba, Susilo Aris Nugroho, dalam himbauan resminya menyampaikan bahwa semangat Ramadan harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas kesalehan individu sekaligus kesalehan sosial. Susilo menekankan pentingnya sikap toleran, baik terhadap sesama umat Islam maupun kepada umat beragama lainnya.
“Perbedaan dalam penentuan awal Ramadan merupakan bagian dari dinamika ijtihad yang harus kita sikapi dengan dewasa. Kami menghimbau warga Muhammadiyah di Tubaba untuk tetap mengedepankan tasamuh atau toleransi, tanpa mengurangi keyakinan terhadap metode hisab yang kita pedomani,” ujar Susilo Aris Nugroho yang mengacu pada kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Ketua Muhammadiyah Tubaba ini juga menitipkan pesan agar warga Muhammadiyah menjadi pelopor dalam menjaga kondusivitas lingkungan selama bulan puasa. Hal ini sejalan dengan komitmen organisasi dalam merawat keharmonisan di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai.
“Mari kita jalankan ibadah dengan penuh khidmat, menjaga ketenangan, dan tetap menghormati mereka yang memiliki keyakinan atau cara berbeda dalam menjalankan ritual agamanya. Toleransi sejati adalah ketika kita mampu berdampingan dalam perbedaan tanpa kehilangan identitas keimanan,” tambahnya.
Himbauan ini diharapkan dapat di sebar luaskan kepada semua warga Muhammadiyah dan warga masyarakat mengingat Muhammadiyah di Tubaba sudah menjalankan Ibadah puasa pada hari ini, Rabu 18 Februari 2026 sesuai dengan maklumat Pimpinan pusat Muhammadiyah nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah untuk tahun 1447 Hijriah dengan mengacu pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Editor : Azam











