TULANG BAWANG UDik, 17 Oktober 2026 – Tidak semua orang menjalani hari dengan kemudahan. Ada keluarga yang harus menghitung sisa beras sebelum memasak, ada orang tua yang menahan keinginan demi mencukupi kebutuhan anak-anaknya, dan ada guru ngaji yang tetap mengajarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan, meski kehidupan mereka sendiri tidak selalu berkecukupan.
Di tengah perjuangan itulah, kepedulian menemukan maknanya.
Pada Sabtu (17/10/2026), Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan sembako kepada 27 penerima manfaat yang terdiri dari fakir miskin dan guru ngaji di Tiyuh Kagungan Ratu Agung, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Bantuan ini bukan sekadar uang dan bahan pangan. Di balik setiap paket sembako dan bantuan yang diserahkan, ada pesan sederhana yang ingin disampaikan: “Saudara tidak sendiri. Masih ada yang peduli dan ingin membantu.”
Bagi keluarga fakir miskin, bantuan sembako dapat menjadi penopang kebutuhan dapur. Bantuan uang tunai dapat membantu memenuhi keperluan yang selama ini tertunda. Mungkin nilainya tidak seberapa bagi sebagian orang, tetapi bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan, bantuan tersebut bisa menghadirkan kelegaan dan senyum yang telah lama dinantikan.
Begitu pula para guru ngaji. Mereka telah mengajarkan Al-Qur’an, membimbing anak-anak mengenal agama, dan menanamkan akhlak mulia tanpa selalu mengharapkan imbalan. Di balik pengabdian yang begitu besar, sebagian dari mereka juga menghadapi keterbatasan ekonomi. Mereka yang selama ini mengajarkan kebaikan kepada orang lain, juga layak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari sesama.
Melalui pendistribusian ini, LAZISNU berupaya menghadirkan kepedulian agar mereka yang membutuhkan tidak merasa dilupakan. Sebab, kemuliaan sebuah masyarakat tidak hanya terlihat dari seberapa banyak orang yang hidup berkecukupan, tetapi juga dari seberapa tulus mereka mengulurkan tangan kepada saudara yang sedang kesulitan.
Jangan Menunggu Kaya untuk Berbagi, Sebab Ada Harapan yang Menanti
Sahabat dermawan, mungkin hari ini kita masih bisa membeli beras tanpa harus memikirkan apakah esok keluarga kita dapat makan. Mungkin kita masih bisa memenuhi kebutuhan anak-anak, sementara di tempat lain ada orang tua yang harus berjuang keras agar dapurnya tetap mengepul.
Di sekitar kita, masih ada fakir miskin yang membutuhkan uluran tangan. Ada guru ngaji yang terus mengabdi dengan segala keterbatasannya. Ada keluarga yang akan merasa sangat terbantu hanya karena seseorang bersedia berbagi sebagian rezekinya.
Dari sinilah zakat, infak, dan sedekah menemukan makna yang sesungguhnya: bukan sekadar mengeluarkan sebagian harta, melainkan menghadirkan kasih sayang, meringankan beban, dan menjaga martabat sesama manusia.
LAZISNU mengajak para muzaki, warga Nahdlatul Ulama, para dermawan, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama melanjutkan kepedulian ini.
Mari tunaikan zakat bagi yang telah memenuhi ketentuannya. Mari sisihkan sebagian rezeki untuk infak dan sedekah. Tidak perlu menunggu jumlah yang besar. Apa yang terasa kecil bagi kita, bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi keluarga yang sedang membutuhkan.
Donasi yang dititipkan melalui LAZISNU dapat menjadi jalan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan fakir miskin, meringankan beban keluarga yang kurang mampu, serta mendukung kehidupan para guru ngaji yang telah mengabdikan diri bagi umat.
Semoga setiap rupiah yang kita titipkan menjadi amal jariyah, setiap bantuan yang sampai menjadi penguat harapan, dan setiap senyum penerima manfaat menjadi saksi atas kebaikan yang kita lakukan.
Mari berbagi melalui LAZISNU. Karena di balik rezeki yang Allah titipkan kepada kita, ada hak dan harapan saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Hari ini kita berbagi. Hari ini kita menguatkan. Hari ini kita menghadirkan harapan.
LAZISNU – Menebar Manfaat, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Keberkahan.
![]()










