Musrenbangdes Lebung Nala, Anggaran 2027 Dituntut Tepat Sasaran, Infrastruktur, Pendidikan Hingga SDM Aparatur Jadi Sorotan

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketapang, Lampung Selatan,Seruntingnews.id— Kebutuhan jalan, sarana pendidikan, kesehatan hingga penguatan aparatur desa menjadi sorotan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) Lebung Nala, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.

 

MusrenbangDes pembahasan rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 sekaligus Daftar Usulan RKPDes (DU-RKPDes) 2028 itu berlangsung di Balai Desa Lebung Nala, Rabu (23/9/2026).

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah desa, BPD dan masyarakat untuk menyampaikan sekaligus memetakan kebutuhan pembangunan yang dinilai penting bagi masyarakat.

 

Turut hadir Sekcam Ketapang Elhayati mewakili Camat Ketapang Sri Mahendra KD, Kepala Desa Lebung Nala Ajun Wiyono, Sekdes Pipin Ariaso, aparatur desa, Babinsa , Bhabinkamtibmas Suroso,Ketua BPD Aan Junaidi para ketua RT, serta unsur masyarakat.

 

Sekcam Ketapang Elhayati dalam arahannya menegaskan bahwa penyusunan RKPDes 2027 untuk sementara masih menggunakan asumsi prioritas tahun 2026.

 

Hal tersebut dilakukan karena regulasi terkait prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2027 belum sepenuhnya diterbitkan. Setelah regulasi tersebut keluar, rancangan program dapat disesuaikan kembali.

 

Elhayati meminta masyarakat tidak sekadar hadir dalam forum, tetapi aktif menyampaikan aspirasi agar pembangunan benar-benar berdasarkan kebutuhan warga.

 

“Yang sudah dilaksanakan tahun 2026 kita lihat realisasinya. Hari ini kita menentukan apa saja yang menjadi prioritas tahun 2027. Saya berharap partisipasi, peran aktif dan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

 

Menurutnya, sejumlah sektor tetap perlu menjadi perhatian, seperti pelayanan kesehatan dasar, Posyandu, penanganan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, penanggulangan bencana serta pembangunan infrastruktur.

 

Ia juga mengingatkan pemerintah desa agar program yang disusun benar-benar memperhatikan kebutuhan mendesak masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.

 

Ketua BPD Lebung Nala Aan Junaidi mengatakan MusrenbangDes merupakan momentum penting untuk memastikan aspirasi masyarakat masuk dalam perencanaan pembangunan desa.

 

Ia menyebut peningkatan sumber daya manusia, terutama sektor pendidikan, menjadi salah satu perhatian.

 

Selain pendidikan, sarana dan prasarana olahraga serta peralatan pendukung kegiatan masyarakat seperti alat kebersihan dan peralatan gotong royong juga dinilai penting.

 

“Kalau masyarakat memiliki aspirasi, sampaikan dalam musyawarah ini. Karena ini merupakan proses untuk menentukan program tahun 2027,” kata Aan.

Baca Juga :  Arus Balik Sumatera–Jawa Mulai Menguat, Layanan Penyeberangan Tetap Tertib Lancar

 

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus bergotong royong dan memberikan masukan terbaik bagi kemajuan Desa Lebung Nala.

 

Dalam pemaparan Pemerintah Desa Lebung Nala yang disampaikan Sekdes Pipin, sejumlah program pembangunan telah disiapkan dalam rancangan RKPDes 2027.

 

Di bidang pembangunan desa, antara lain terdapat rencana pembangunan jalan cor beton, drainase, gorong-gorong dan jalan usaha tani.

 

Beberapa di antaranya yakni: Jalan cor beton di RT 06 Dusun 2. Jalan cor beton sekitar 309 meter di RT 03

 

Drainase sepanjang sekitar 100 meter di RT 05/RW 02 Dusun II Pembangunan satu unit gorong-gorong di RT 06 Dusun II Jalan cor beton sepanjang sekitar 516 meter dengan lebar 2,5 meter di RT 06 Dusun II Pembangunan jalan usaha tani di Dusun II.

 

Selain pembangunan fisik, RKPDes 2027 juga mencakup penyelenggaraan pemerintahan desa, pelayanan kesehatan melalui Posyandu, pendidikan nonformal, pembinaan masyarakat, kegiatan keagamaan, olahraga, PKK, serta penanggulangan bencana dan kondisi darurat.

 

Aspirasi lain datang dari masyarakat dari keagamaan yang meminta perhatian terhadap dua lembaga pendidikan Ngaji dan Al-Qur’an yang selama ini menjadi tempat belajar anak-anak di Desa Lebung Nala.

 

Usulan tersebut disampaikan agar pemerintah desa dapat mempertimbangkan dukungan terhadap sarana dan prasarana pendidikan keagamaan tersebut sesuai dengan ketentuan dan kemampuan anggaran desa.

 

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Lebung Nala Ajun Wiyono menyatakan pemerintah desa pada prinsipnya mendukung kegiatan pendidikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Namun, ia mengakui kemampuan anggaran desa menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan program.

 

Menurut Ajun, pemerintah desa sebelumnya juga telah memberikan dukungan berupa akses jalan menuju lokasi pendidikan tersebut.

 

“Kalau menyangkut pendidikan untuk masyarakat Desa Lebung Nala, kami tentu mendukung. Tetapi kemampuan anggaran juga harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.

 

Ia berharap pembangunan yang telah dilakukan dapat terus memberikan manfaat dan tidak berhenti di tengah jalan.

Baca Juga :  Dari Balik Jeruji ke Etalase Publik: Karya WBP Lapas Kalianda Tampil di Lounge Imigrasi

 

Sesi penyampaian aspirasi juga diwarnai usulan sejumlah ketua RT mengenai kebutuhan perbaikan dan pembangunan akses jalan di wilayah masing-masing.

 

Warga berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya dilakukan ketika kondisi jalan sudah rusak berat, tetapi dapat direncanakan berdasarkan kebutuhan dan konektivitas antarwilayah.

 

Kepala Desa Ajun Wiyono menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat seluruh usulan belum dapat direalisasikan sekaligus.

 

Karena itu, sebagian usulan akan menjadi catatan untuk perencanaan berikutnya dan dapat pula diajukan melalui pemerintah kabupaten apabila kewenangannya berada di tingkat kabupaten.

 

“Yang penting usulan masyarakat menjadi catatan. Mudah-mudahan bisa direalisasikan melalui Dana Desa maupun pemerintah kabupaten,” katanya.

 

Tak berhenti pada perencanaan 2027, Pemerintah Desa Lebung Nala juga mulai memetakan usulan pembangunan untuk tahun 2028.

 

Sedikitnya tiga bidang masuk dalam DU-RKPDes, yakni pembangunan, sosial pemerintahan dan ekonomi.

 

Bidang pembangunan mencakup usulan jalan Anderlah sepanjang sekitar satu kilometer yang menghubungkan Desa Lebung Nala dengan Desa Sumbersari, rehabilitasi jalan RT 07 Dusun III, serta pembangunan jalan di RT 05 Dusun II.

 

Untuk bidang sosial pemerintahan, desa mengusulkan BPJS Kesehatan dan kursi roda.

 

Menutup rangkaian pembahasan, Sekcam Ketapang Elhayati turut menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa.

 

Menurutnya, pergantian sejumlah perangkat desa perlu diikuti dengan pembinaan mengenai tugas pokok dan fungsi masing-masing aparatur.

 

Ia mendorong agar pemerintah desa dapat menggelar pelatihan atau sosialisasi tupoksi perangkat desa pada tahun mendatang.

 

“Jangan sampai pekerjaan hanya bertumpu pada satu orang. Masing-masing perangkat harus mengetahui tugas dan fungsinya, sehingga ketika ada yang berhalangan, pekerjaan tetap berjalan,” jelasnya.

 

MusrenbangDes Lebung Nala pada akhirnya bukan sekadar menyusun daftar kegiatan. Forum tersebut menjadi ruang untuk menentukan kebutuhan mana yang harus didahulukan di tengah keterbatasan anggaran.

 

Dari jalan, drainase dan gorong-gorong, pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga penguatan aparatur desa, seluruh aspirasi kini menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan yang akan menentukan arah Lebung Nala pada 2027 dan tahun berikutnya.

 

(Amr)

Berita Terkait

Pemdes Ruguk Gelar Musrenbangdes 2027 Soroti Kebutuhan Dasar Warga,Usulan Sumur Bor Hingga Infrastruktur Mengemuka 
Musrenbangdes Kemukus: Jalan Poros 3,2 Km Jadi Prioritas, Usulan Pembangunan Didorong Tembus Ketapang–Sragi
Musrenbangdes Ruang Tengah  T/A 2027: Aspirasi Warga Jadi Pijakan, Potensi Desa Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi
LAPAS KALIANDA BERENCANA MEMPERKUAT KESIAPSIAGAAN GEMPA DAN TSUNAMI MELALUI EARLY WARNING SYSTEM 
Gelar MUSRENBANGDes T/A 2027, Pemdes Tanjung Heran Prioritaskan Infrastruktur 
Pemilik Senpi Rakitan Ditangkap, KSKP Bakauheni Ungkap Jejaknya di Jaringan Curanmor Cikarang
Ada Kegagalan di Balik Keberhasilan, Tak Mudah Ungkap Kejahatan, 16 Personel Polres Lampung Selatan Terima Reward
Pastikan Wilayah Tetap Aman, Babinsa dan BPBD Lamsel Gelar Apel Siaga Serta Patroli Karhutla di Desa Kedaton 

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:58 WIB

Pemdes Ruguk Gelar Musrenbangdes 2027 Soroti Kebutuhan Dasar Warga,Usulan Sumur Bor Hingga Infrastruktur Mengemuka 

Kamis, 24 September 2026 - 07:18 WIB

Musrenbangdes Lebung Nala, Anggaran 2027 Dituntut Tepat Sasaran, Infrastruktur, Pendidikan Hingga SDM Aparatur Jadi Sorotan

Kamis, 24 September 2026 - 07:15 WIB

Musrenbangdes Kemukus: Jalan Poros 3,2 Km Jadi Prioritas, Usulan Pembangunan Didorong Tembus Ketapang–Sragi

Rabu, 23 September 2026 - 03:48 WIB

Musrenbangdes Ruang Tengah  T/A 2027: Aspirasi Warga Jadi Pijakan, Potensi Desa Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi

Rabu, 23 September 2026 - 03:43 WIB

LAPAS KALIANDA BERENCANA MEMPERKUAT KESIAPSIAGAAN GEMPA DAN TSUNAMI MELALUI EARLY WARNING SYSTEM 

Berita Terbaru