“2026” Ketika Waktu Tidak Lagi Sekadar Angka

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Ansyori Ali Akbar, (Penikmat Kopi Tampa Gula) .  Kamis.01.01.2026

Pergantian tahun dari 2025 ke “2026” datang tanpa suara gemuruh tak bertepi; tidak ada garis batas yang benar-benar kasat mata, tidak pula tanda resmi bahwa sebuah era telah berakhir, namun setiap individu merasakan pergeseran perlahan namun pasti dalam cara hidup, berpikir, dan memaknai dunia.

Tahun 2025 kemungkinan akan dikenang sebagai masa ketika waktu terasa semakin sempit, hari-hari berlalu cepat, informasi datang berlapis-lapis, dan manusia hidup dalam kelelahan tak terdefinisikan, kita sibuk bergerak, namun jarang bertanya apakah semua ini membawa kita ke arah yang lebih manusiawi atau justru menjauhkan kita dari diri sendiri.

ADVERTISEMENT

Donasi

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memasuki “2026”, dunia berdiri di hadapan paradoks besar, di satu sisi, teknologi menjanjikan keterhubungan tanpa batas, di sisi lain, manusia semakin terasing dari sesamanya, dari alam, bahkan dari pikirannya sendiri, kita hidup di era di mana segalanya bisa diukur, direkam, dan dianalisis, tetapi empati, kebijaksanaan, dan keheningan justru menjadi barang langka.

Baca Juga :  Pendidikan Tanpa Hati Nurani , Resep Menuju Kehancuran Peradaban  

Pergantian era hari ini bukan tentang runtuhnya gedung atau tumbangnya rezim, ia terjadi di ruang-ruang sunyi, dalam cara manusia memandang kebenaran, dalam bagaimana kita memperlakukan perbedaan, dan dalam seberapa jauh kita masih percaya pada nilai yang tidak bisa dikonversi menjadi angka atau keuntungan.

Generasi baru tumbuh dalam dunia yang tidak pernah benar-benar berhenti; mereka diwarisi kecepatan, bukan ketenangan, peluang, tapi juga kecemasan,tahun “2026” menuntut lebih dari sekadar adaptasi, ia menuntut kesadaran bahwa masa depan tidak hanya dibangun oleh inovasi, melainkan oleh pilihan etis yang dibuat hari ini.

Baca Juga :  KONFLIK PERTANAHAN MASYARAKAT LIMA KETURUNAN KELUARGA BANDAR DEWA DAN PT. HIM (HUMA INDAH MEKAR) : KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT

Dalam lanskap global yang rapuh—krisis iklim yang semakin nyata, konflik yang berulang dengan wajah baru, serta ketimpangan yang terus beranak-pinak—pergantian tahun seharusnya menjadi momen untuk bertanya ulang apakah kita sedang menciptakan kemajuan atau hanya memperhalus bentuk kerusakan.

Refleksi tidak selalu berujung pesimisme,justru di tengah ketidakpastian, harapan menemukan ruangnya, harapan bahwa manusia masih mampu belajar untuk melambat, mendengar, dan merawat kembali makna,bbahwa di tengah dunia yang terus menuntut lebih, kita berani memilih cukup.

Tahun “2026” hadir bukan sebagai janji kosong, melainkan sebagai pertanyaan terbuka tentang arah, tanggung jawab, dan keberanian untuk tetap menjadi manusia di era yang semakin tidak sabar terhadap kemanusiaan itu sendiri; pergantian tahun, pada akhirnya, bukan tentang apa yang ditinggalkan, melainkan tentang apa yang berani dan harus kita jaga.

Editor : A. Ali Akbar

Berita Terkait

Peluit di Lumpur: Langkah Tertatih di Balik Kegembiraan Wisata
Bisikan Terakhir di Tengah Deru Bencana, Ketika Iman dan Cinta Tak Lekang oleh Maut
Pendidikan Tanpa Hati Nurani , Resep Menuju Kehancuran Peradaban  
Kekuatan Tak Tersusun di Sumsum Tulang Kakek Soleh
DI BALIK GOYANGAN GITAR SPANYOL: KISAH PENYESALAN NYI SINDEN YANG TERTINGGAL DI REL WAKTU
Perjalanan Nasikin di Telapak Tangan Dunia Efisiensi   
Dugaan Mark Up Proyek Pekon Tanjung Heran: Perbuatan Melawan Hukum
18 November 2025: Milad Muhammadiyah Ke-113 Dalam Bingkai Islam Berkemajuan
Tahun "2026" hadir bukan sebagai janji kosong, melainkan sebagai pertanyaan terbuka tentang arah, tanggung jawab, dan keberanian untuk tetap menjadi manusia di era yang semakin tidak sabar terhadap kemanusiaan

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:45 WIB

Peluit di Lumpur: Langkah Tertatih di Balik Kegembiraan Wisata

Kamis, 1 Januari 2026 - 06:47 WIB

“2026” Ketika Waktu Tidak Lagi Sekadar Angka

Selasa, 9 Desember 2025 - 17:30 WIB

Bisikan Terakhir di Tengah Deru Bencana, Ketika Iman dan Cinta Tak Lekang oleh Maut

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:53 WIB

Pendidikan Tanpa Hati Nurani , Resep Menuju Kehancuran Peradaban  

Selasa, 25 November 2025 - 22:32 WIB

Kekuatan Tak Tersusun di Sumsum Tulang Kakek Soleh

Berita Terbaru